Prabowo Sebaiknya Kurangi Bicara dan Perbanyak Eksekusi

Pemerhati sosial dan politik, Sholihin MS, menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto sebaiknya mulai mengurangi pernyataan publik yang dinilai tidak akurat dan lebih fokus pada langkah eksekusi konkret. Dalam pandangannya, sejumlah komentar Prabowo dalam beberapa kesempatan justru terkesan tidak sesuai dengan fakta lapangan dan bisa menurunkan kredibilitas pemerintahannya.

“Komentar Presiden Prabowo dalam beberapa perkara menjadi tidak mengena bahkan tidak sesuai fakta di lapangan,” ujar Sholihin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/11/2025).

Ia mencontohkan beberapa pernyataan Prabowo yang dinilai tidak realistis, seperti klaim penurunan kemiskinan sebesar 4 persen, kasus siswa yang keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak menggunakan sendok, hingga wacana pemberantasan korupsi dan reformasi Polri yang belum menunjukkan hasil nyata.

Menurut Sholihin, selama satu tahun pemerintahan Prabowo belum ada capaian signifikan yang dapat dibanggakan, selain pengungkapan kasus korupsi ekspor CPO senilai Rp13 triliun oleh Kejaksaan Agung.

“Jika statemen yang dilontarkan tidak sesuai realita, akan dianggap sebagai pernyataan omon-omon,” tegasnya.

Sholihin mempertanyakan tolok ukur keberhasilan pemerintahan Prabowo, apakah diukur dari program MBG, pertumbuhan ekonomi, pemberantasan korupsi, hingga penegakan hukum. Namun sejauh ini, katanya, program MBG pun masih