News  

Rapat Bareng Dasco hingga Purbaya, PPJNA 98: Langkah Positif yang Dilakukan Prabowo

Anto Kusumayuda (IST)

Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jaringan Nasional Aktivis 1998 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh penting seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana merupakan langkah positif yang menunjukkan pola kepemimpinan terbuka dan komunikatif. Menurut Anto, gaya ini mencerminkan konsistensi Prabowo dalam mengedepankan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat fondasi pemerintahan.

“Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi politik, tapi bagian dari orkestrasi besar Presiden Prabowo untuk memastikan arah kebijakan dan stabilitas nasional tetap sejalan dengan semangat reformasi dan kebutuhan rakyat,” ujar Anto Kusumayuda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/11/2025).

Sejak resmi menjabat sebagai Presiden, Prabowo Subianto terpantau aktif melakukan berbagai pertemuan tertutup dengan tokoh politik lintas partai, kalangan profesional, dan pejabat tinggi negara. Rapat yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut dinilai sebagai bagian dari konsolidasi strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, parlemen, dan lembaga keuangan negara.

Anto menilai langkah itu sangat krusial di tengah tantangan ekonomi global, isu stabilitas fiskal, dan ancaman terhadap ketahanan pangan serta energi nasional. “Prabowo menunjukkan bahwa kepemimpinannya tidak berjalan sendiri. Ia merangkul semua pihak yang punya kompetensi, baik di ranah politik maupun ekonomi, untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.

Menurut Anto, karakter kepemimpinan semacam itu mengingatkan pada gaya para pemimpin besar dunia yang mengedepankan koordinasi antarlembaga. “Presiden Prabowo tidak ingin mengambil keputusan sepihak. Ia membangun komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan. Ini langkah yang harus diapresiasi,” lanjutnya.

Kehadiran Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat di Istana dinilai memiliki makna politik tersendiri. Sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus salah satu tokoh sentral Partai Gerindra, Dasco berperan penting dalam menjembatani kebijakan eksekutif dan legislatif. Ia dikenal sebagai figur komunikatif yang mampu menenangkan tensi politik di parlemen, sekaligus memastikan dukungan terhadap agenda pemerintahan.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan membawa perspektif ekonomi strategis dalam pertemuan tersebut. Purbaya, yang dikenal berpengalaman di bidang makroekonomi dan stabilitas keuangan, dinilai menjadi bagian penting dalam menyusun strategi menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan nasional.

“Ketika Prabowo mengundang Dasco dan Purbaya dalam satu forum, itu bukan sekadar formalitas. Itu simbol kolaborasi politik dan ekonomi — dua pilar utama dalam menggerakkan negara,” kata Anto.

PPJNA 98 menilai, arah kebijakan Prabowo sejauh ini memperlihatkan komitmen terhadap pemerintahan yang inklusif. Ia membuka ruang dialog dengan berbagai elemen bangsa — mulai dari politisi, ekonom, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil. Anto menyebut pendekatan ini menandai berakhirnya pola kepemimpinan eksklusif yang sering muncul di masa lalu.

“Sebagai aktivis 98, kami menilai semangat keterbukaan ini penting. Reformasi tidak boleh berhenti di jargon. Prabowo menunjukkan bahwa ia memahami pentingnya komunikasi dua arah antara penguasa dan rakyat,” ujar Anto.

Anto juga menegaskan bahwa langkah Prabowo tersebut bisa menjadi penyejuk di tengah situasi politik yang sempat memanas pasca pemilu. “Beliau menampilkan gestur rekonsiliasi, bukan hanya dengan lawan politik, tetapi juga dengan kelompok profesional dan teknokrat. Ini menandakan kematangan politik seorang negarawan,” tambahnya.

PPJNA 98 yang selama ini dikenal sebagai kelompok aktivis pro-demokrasi menyatakan siap memberikan dukungan moral terhadap langkah-langkah positif pemerintahan Prabowo.

Ia juga berharap agar Presiden Prabowo terus melibatkan generasi muda reformasi dalam agenda pembangunan nasional. “Aktivis 98 punya semangat dan idealisme. Jika dilibatkan dalam sistem, mereka bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Dan ini bisa memperkuat legitimasi politik Prabowo di mata rakyat,” tutur Anto.

Pertemuan di Istana antara Prabowo, Dasco, dan Purbaya, menurut PPJNA 98, menjadi contoh konkret bagaimana komunikasi politik dapat menjadi pondasi stabilitas nasional. Dalam pandangan Anto Kusumayuda, inilah wujud kepemimpinan modern yang dibutuhkan Indonesia: tegas, terbuka, dan kolaboratif.

“Prabowo sedang membangun tradisi baru dalam tata kelola pemerintahan. Ia tidak ingin Istana menjadi menara gading, tapi ruang dialog terbuka untuk semua pihak. Ini langkah positif yang pantas kita apresiasi,” pungkas Anto.