Sergio Perez: Tak Ada Pembalap Yang Bisa Tahan Tandem Dengan Max Verstappen

Sergio Perez hadir dalam Grand Prix Meksiko sebagai penonton. Situasi yang tidak berlangsung lama bagi pembalap lokal, yang akan kembali ke balik kemudi tahun depan dengan tim Cadillac yang baru. Hadir pada akhir pekan, mantan rekan setim Max Verstappen itu berbicara tentang waktunya bersama tim asal Austria tersebut.

Awalnya digantikan oleh Liam Lawson, Yuki Tsunoda mengambil alih Red Bull setelah pembalap Selandia Baru tampil mengecewakan dalam dua balapan. Namun, situasinya hampir tidak lebih baik untuk pembalap Jepang, yang masa depannya tidak pasti. Dalam beberapa pekan terakhir, ada pembicaraan tentang Isack Hadjar yang akan menjadi rekan setim Max Verstappen musim depan.

Berbicara kepada Sky Sports F1, Sergio Perez mengenang kembali petualangannya bersama pembalap asal Belanda tersebut, dan memahami kesulitan yang dihadapi para penerusnya.

“Saya tidak suka mengkritik pembalap, karena saya pernah mengalami situasi itu. Saya tahu persis apa yang mereka alami. Segera setelah saya menandatangani perjanjian kepergian saya dengan Red Bull, saya tahu siapa orang malang yang akan menggantikan saya. Saya berhasil bertahan. Itu adalah tempat yang sangat sulit,” ucapnya.

“Jelas, berada di samping Max sangat sulit. Namun, berada di samping Max di Red Bull adalah sesuatu yang tidak dimengerti orang. Saya bisa bercerita banyak, tapi ini adalah pekerjaan yang sangat sulit bagi seorang pembalap.”

Setelah kepergian Daniel Ricciardo dari Red Bull pada 2019, sebuah kutukan telah menimpa ember kedua tim asal Austria tersebut. Korban pertama dari kutukan tersebut adalah Pierre Gasly, yang diberhentikan setelah hanya setengah musim. Ia digantikan oleh Alexander Albon dan pemain asal Thailand ini hanya bertahan selama 1,5 musim sebelum digantikan oleh Sergio Perez, yang bertahan selama empat tahun.

Baik itu Liam Lawson atau Yuki Tsunoda hingga saat ini, tidak ada satu pun dari pembalap tersebut yang mampu bersaing dengan sang juara F1 empat kali, dengan pembalap asal Meksiko tersebut menjadi satu-satunya yang mampu meraih kemenangan.

“Tidak ada pembalap yang bisa bertahan di sana. Tidak masalah jika Anda memilih Hamilton atau Leclerc, atau siapa pun, mereka akan mengalami masa-masa yang sangat sulit,” tambahnya. “Sebagai pembalap, ini sangat sulit, karena Anda harus terus memikirkan cara mengemudi. Ketika Anda terus-menerus memikirkan cara mengemudi, Anda tahu apa yang sedang terjadi.”(Sumber)