Sepuluh provinsi ini punya catatan kriminal paling tinggi, menjadikannya daerah paling tidak aman di Indonesia.
Indonesia memiliki 38 provinsi dengan sekitar 416 kabupaten dan 98 kota. Sebagian besar menjadi tujuan wisata, baik turis nusantara maupun mancanegara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia kedatangan 1,5 juta turis asing selama Agustus 2025.
Namun, di tengah masifnya kedatangan wisatawan asing, masih ada sejumlah kota di Indonesia yang tingkat keamanannya rendah.
Kriminalitas menjadi salah satu faktor yang membuat beberapa wilayah masuk daftar kota paling tidak aman di Indonesia.
Ini Deretan Kota Paling Tidak Aman di Indonesia
Berikut adalah kota dan daerah dengan angka kejahatan tertinggi di Indonesia menurut survei BPS pada 2023 yang dirilis pada 12 Desember 2024:
1. Metro Jaya (Jakarta dan Kota Penyangga)
Wilayah Polda Metro Jaya menjadi daerah paling tidak aman di Indonesia dengan tingkat kejahatan mencapai 87.426 kejadian.
Angka itu naik drastis dari jumlah kejahatan pada 2022 yaitu sebanyak 32.534 kejadian.
Wilayah Polda Metro Jaya ini mencakup seluruh Provinsi DKI Jakarta dan beberapa daerah penyangga yaitu:
- Kota Depok.
- Kota dan Kabupaten Bekasi.
- Kota dan Kabupaten Tangerang.
- Kota Tangerang Selatan.
Meski tingkat kriminalitasnya paling tinggi se-Indonesia, tingkat risiko penduduk terkena kejahatannya hanya di urutan kelima dengan 357 kejadian.
Jumlah itu di bawah Sulawesi Utara (589), Papua Barat (532), Sulawesi Selatan (463), dan Sumatra Utara (433).
Namun, DKI Jakarta dan sekitarnya mencatatkan beberapa kejahatan tertinggi di Indonesia. Berikut rinciannya:
- Kejahatan terhadap hak milik/barang tanpa kekerasan: 22.582 kasus
- Kejahatan terkait penipuan, penggelapan, dan korupsi: 22.729 kasus
2. Jawa Timur
Jawa Timur menjadi provinsi kedua dengan total kejahatan paling banyak yaitu 66.741 kejadian. Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 51.905 kasus.
Salah satu kejahatan yang terjadi adalah menghilangkan nyawa orang. Kejahatan terhadap nyawa ada dua golongan yaitu pembunuhan dan kelalaian yang mengakibatkan orang mati.
Ada 334 kasus yang menghilangkan nyawa orang di Jawa Timur, menjadi wilayah dengan kejahatan terhadap nyawa terbesar di Indonesia pada 2023.
3. Sumatra Utara
Terjadi 62.278 kasus kejahatan di Sumatra Utara selama 2023.
Provinsi yang dipimpin Bobby Nasution itu juga salah satu daerah dengan kejahatan terhadap nyawa tertinggi yaitu 229 kasus.
Hasil survei menunjukkan, kejahatan yang paling sering terjadi di Sumatra Utara pada 2023 adalah kasus kekerasan fisik dan asusila.
Ada 10.381 kejadian kejahatan terhadap fisik dan 752 kasus kesusilaan yang mencakup perkosaan, pencabulan, kekerasan seksual, dan persetubuhan pada anak.
Angka-angka itu juga menjadi yang paling tinggi di Indonesia. Sumatra Utara juga mencatatkan kejahatan terhadap lingkungan hidup terbanyak yaitu 1.094 kasus.
Sementara itu, total kejahatan di Sumatra Utara juga meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2022, ada 43.555 kejadian.
4. Jawa Barat
Ada 45.694 kejahatan yang membuat Jawa Barat menjadi salah satu daerah tidak aman di Indonesia.
Jumlah itu naik hampir dua kali lipat dari tahun 2022 yang mencatatkan 29.485 kasus. Beberapa kasus kejahatannya juga melibatkan pembunuhan, pencurian, hingga korupsi.
Namun, Jawa Barat mencatatkan kejahatan terhadap ketertiban umum tertinggi di Indonesia yaitu 455 kejadian.
Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia, kejahatan terhadap ketertiban umum termasuk kerusuhan dan kebisingan serta penyebaran berita palsu.
5. Jawa Tengah
Provinsi Jawa Tengah mencatatkan 42.304 kasus kejahatan sepanjang 2023, naik 12.244 kejadian dibandingkan tahun sebelumnya.
Jawa Tengah menjadi salah satu dari enam daerah dengan kejahatan terkait narkotika dan obat-obatan, yakni sebanyak 1,995 kasus.
6. Sulawesi Selatan
Ada 41.196 kasus kejahatan yang terjadi di Sulawesi Selatan pada 2023. Angkanya juga naik dari 28.679 pada tahun sebelumnya.
Seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan juga termasuk enam wilayah dengan kasus narkotika paling banyak yaitu 1.593 kejadian.
7. Sumatra Selatan
Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat 21.335 kejahatan selama 2023. Sumsel merupakan provinsi kedua setelah Sumatra Utara dengan tingkat kekerasan fisik paling tinggi.
Kejahatan terhadap fisik itu termasuk penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengeroyokan, pengancaman, penculikan, hingga perdagangan manusia.
Ada 9.125 kejahatan terhadap fisik yang terjadi di Sumatra Selatan pada 2023. Adapun total angka kriminalitas di Sumsel juga naik.
Pada tahun sebelumnya, Sumsel mencatatkan 11.453 kejadian.
8. Lampung
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mencatat ada 16.608 kejahatan pada 2023. Seperti daerah lainnya, jumlah kasusnya naik dari 11.022 pada 2022.
9. Riau
Tercatat ada 15.777 kasus kejahatan yang terjadi di Riau. Statistik itu naik 3.388 kejadian dibandingkan tahun 2022.
10. Sulawesi Utara
Provinsi terakhir dalam daftar ini adalah Sulawesi Utara yang mencatatkan 14.265 kasus. Angka itu naik dari tahun 2022 sebanyak 9.618 kasus.
Meski jauh di bawah Metro Jaya, risiko penduduk Sulawesi Utara terkena kejahatan paling tinggi di Indonesia yaitu 589 kejadian.
Apa Kota Paling Berbahaya di Indonesia?
Berdasarkan berbagai sumber, lima kota ini dianggap paling berbahaya di Indonesia. Bukan cuma karena tingkat kriminalitas, tapi juga potensi bencana alamnya.
1. Jakarta
Jakarta merupakan kota terpadat di Indonesia yang dihuni 10,67 juta jiwa pada 2025. Dengan banyaknya penduduk, Jakarta punya beragam masalah.
Selain tingkat kriminalitas yang tinggi, Jakarta juga mengalami kemacetan lalu lintas parah yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Banjir juga menjadi salah satu masalah utama Jakarta yang belum bisa diselesaikan.
2. Surabaya
Sejumlah masalah Surabaya adalah pencemaran lingkungan akibat pengelolaan limbah yang tidak memadai.
Perkembangan ekonomi yang tidak merata juga berujung pada tingginya tingkat kriminalitas di kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia itu.
3. Medan
Medan juga mengalami kesenjangan sosial seperti kebanyakan daerah di Indonesia. Masalah itu membuat tingkat kejahatan di sana meningkat.
Seperti data BPS pada 2024, Sumatra Utara yang mencakup Medan mencatatkan berbagai kejahatan tertinggi di Indonesia.
Kasus yang dimaksud adalah kekerasan fisik, kesusilaan, dan kejahatan terhadap lingkungan hidup.
4. Makassar
Kota terbesar di Sulawesi Selatan ini punya tantangan keamanan yang berkaitan dengan konflik antarkelompok. Makassar juga punya berbagai masalah sosial yang berakar dari pengangguran.
5. Pontianak
Pontianak menghadapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan yang bisa mengganggu sistem pernapasan.
Ibu kota Kalimantan Barat ini juga mengalami kerusakan ekosistem akibat pembangunan liar yang menghilangkan hutan.
Kota-kota Paling Keras di Indonesia
Berikut adalah deretan kota paling keras di Indonesia karena tingkat kriminalitas yang tinggi;
- Jakarta
- Meda
- Palembang
- Bandung
- Makassar
- Tangerang Selatan
- Bekasi
- Surabaya.(Sumber)












