Pemerhati Politik dan Kebangsaan M. Rizal Fadillah melontarkan kritik keras terhadap Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi terkait dokumen akademik Presiden Joko Widodo. Dalam tulisan opini terbarunya, ia menilai UGM telah “mengkhianati rakyat” dengan terus menutup akses data akademik Jokowi yang tengah disengketakan di Komisi Informasi Pusat (KIP).
Rizal menyebut penjelasan yang berulang-ulang dari Rektor UGM Prof. Ova Emilia tidak memuaskan publik. “Bukan UGM berbohong, tetapi UGM menyembunyikan kebenaran,” ujarnya kepada Radar Aktual, Jumat (5/12/2025).
Ia menuding UGM secara sadar melindungi figur tertentu yang selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, meski menurutnya terdapat dugaan pemalsuan dokumen akademik.
Dalam sidang sengketa informasi di KIP, UGM kembali menyatakan tidak dapat membuka dokumen akademik Jokowi dengan alasan dokumen tidak berada dalam penguasaan atau termasuk informasi yang dikecualikan sesuai Pasal 17 UU KIP. Namun, Rizal menilai argumentasi tersebut hanya “putar-putar” yang semakin memperkuat kecurigaan publik.
Ia juga menyoroti proses uji konsekuensi yang dinilai tidak memenuhi perintah Majelis KIP karena hanya ditandatangani pakar internal UGM. Proses yang lamban dan berbelit-belit dianggap bertentangan dengan asas peradilan cepat, murah, dan sederhana.
“Diprediksi ujung dari sidang KIP adalah penolakan permohonan. Skenario besar melindungi Jokowi sedang dan akan terus dilakukan,” katanya.
Rizal menegaskan bahwa publik membutuhkan kejelasan mengenai sejumlah pertanyaan mendasar, antara lain:
-Apakah Joko Widodo yang tercatat di UGM benar orang yang sama dengan Presiden RI?
-Benarkah Jokowi memperoleh gelar Insinyur dari UGM?
-Mengapa terdapat perbedaan foto, stempel, dan format dalam beberapa salinan dokumen yang beredar?
-Apakah legalisasi ijazah saat pendaftaran Pilkada Surakarta, Pilkada DKI, dan Pilpres benar berasal dari dokumen resmi UGM?
Ia menilai UGM justru memperkuat kecurigaan publik karena tidak membuka dokumen secara transparan.
Menurut Rizal, UGM seharusnya mengedepankan nilai akademik dan moral dibanding sekadar berlindung di balik aturan hukum. Ia menyebut bahwa kepercayaan publik terhadap UGM kini dipertaruhkan.
“Hingga kini pandangan publik adalah bahwa demi seorang Jokowi, UGM telah mengkhianati rakyat. Karena Jokowi setitik rusak UGM sedunia,” tulisnya.












