Ada yang menarik pernyatan Ketua Dewan Pakar Gerakan Rakyat, Prof. Sulfikar Amir pada sidang pleno Rakernas I Gerakan Rakyat, 18 Januari 2026.
Akademisi yang mengajar di Nanyang Technological University (NTU), Singapura itu membuat pernyataan menarik bagi penulis. Partai Gerakan Rakyat, partainya anak muda.
Walaupun struktur organisasi Partai Gerakan Rakyat belum terbentuk. Penulis memprediksi bakal ada pos wakil ketua umum yang diisi oleh gen Z dan milenial. Dan itu sudah terbukti di Ormas Gerakan Rakyat. Angga Putra Firdian representasi milenial.
Penulis juga memprediksi juru bicara Partai Gerakan Rakyat akan diisi oleh anak muda dari gen Z dan milenial. Sebagai upaya branding partai anak muda atau setidaknya partai pro anak muda.
Sinyal itu dapat kita lihat saat konferensi pers Rakernas I Partai Gerakan Rakyat beberapa waktu lalu. Tampil anak muda bernama Sari Fadhilah Aziz atau akrab disapa Sarai. Ada juga mantan juru bicara Timnas AMIN yang sekarang jadi juru bicara Gerakan Rakyat, Angga Putra Fidrian.
Ada alasan lain yang menurut penulis mengapa Partai Gerakan Rakyat menonjolkan sebagai partai anak muda, yaitu potensi pemilih gen Z dan milenial di pemilu 2029.
Berdasarkan penelusuran penulis, pemilih muda di Indonesia pada pemilu 2029 diproyeksikan berjumlah 73 persen. Proyeksi ini juga menunjukkan bahwa pemilih muda, yang umumnya berusia 17-39 tahun (generasi Z dan milenial), akan mendominasi komposisi pemilih di pemilu 2029 karena perubahan demografi yang terus terjadi.
Prediksi penulis, ini pula yang menjadi alasan kenapa Ketua Dewan Pakar Gerakan Rakyat, Prof. Sulfikar Amir melontarkan gagasannya di Rakernas Gerakan Rakyat yang berakhir kemarin.
Ini pula yang menjadi alasan tampilnya anak muda sebagai juru bicara Partai Gerakan Rakyat. Branding sebagai partai anak muda atau partai pro anak muda.
Aspirasi anak muda harus diperjuangkan bersama anak muda. Tidak berarti mengabaikan generasi kolotnial. Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025. Angka pengangguran gen Z di Indonesia mencapai 16,16 persen atau sekira 9,9 juta.
Mirisnya lagi Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi berasal dari gen Z. Menurut beberapa sumber menyebutkan proporsi pengangguran Gen Z bisa mencapai 67 persen dari total pengangguran nasional.
Sementara itu, generasi milenial menepati posisi nomor dua jumlah pengangguran terbanyak di Indonesia, yaitu 1,94 juta orang.
Tampilnya anak muda di Partai Gerakan Rakyat menunjukkan keberpihakan kepada gen Z dan milenial. Mereka adalah masa depan Indonesia yang harus diberikan ruang untuk berkiprah demi kemajuan Indonesia.
Harus kita akui gen Z dan milenial banyak yang cerdas karena terlahir di era digital, mudah mengakses informasi, punya rasa ingin tahu tinggi, terbuka pada hal baru, dan mengutamakan pengembangan diri serta keterampilan.
Tidak berlebihan bila Partai Gerakan Rakyat mulai menunjukkan keberpihakannya kepada gen Z yang memiliki proporsi pengangguran tertinggi nasional, 67 persen.
Inilah merupakan salahsatu tantangan Partai Gerakan Rakyat. Menjadi bagian dari gen z dan milenial. Pemilih muda terbanyak di Indonesia.
Pemilih muda dikenal kritis dan termasuk kategori pemilih rasional. Mereka cenderung dinamis, adaptif, dan responsif terhadap isu politik, serta lebih menyukai konten kampanye yang ringan dan visual seperti yang Anies Baswedan lakukan dengan Desak Anies di Pilpres 2024 lalu.
Bandung, 30 Rajab 1447/19 Januari 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












