Dimana Posisi Abah Anies Baswedan di Partai Gerakan Rakyat?

Banyak pendukung Abah Anies di Pilpres 2024 menanyakan posisi Abah Anies di Gerakan Rakyat pasca bertransformasi menjadi partai politik.

Termasuk tokoh pejuang konstitusi dari Yogyakarta, Sutoyo Abadi melalui tulisannya menanyakan, “Kenapa Bung Anies Baswedan tidak memposisikan diri sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat?”

Awal Januari 2025 penulis pernah menulis dengan judul; Pasca Putusan MK: Mungkinkah Anies Baswedan Bikin Partai?

Dalam tulisan tersebut meski tidak disebut secara spesifik. Penulis memprediksi posisi Abah Anies andai mendirikan partai politik.

Teka-teki apakah Abah Anies akan bikin partai terjawab sudah. Dalam Rakernas I Gerakan Rakyat resmi bertransformasi (bukan deklarasi) menjadi partai politik.

Kembali ke pertanyaan judul tulisan ini. Dimana posisi Abah Anies di Partai Gerakan Rakyat? Penulis memprediksi ada dua model partai politik untuk menjawab pertanyaan di atas.

Partai Demokrat dan Partai NasDem bisa dijadikan model untuk menebak posisi Abah Anies. Semua orang tahu Partai Demokrat, partainya SBY meski SBY dalam awal-awal pendirian Partai Demokrat tidak masuk dalam struktur kepengurusan.

Bisa jadi Abah Anies tidak masuk dalam struktur kepengurusan Partai Gerakan Rakyat. Persis SBY ketika awal Partai Demokrat berdiri. Semua orang tahu Partai Demokrat, partainya SBY. Demikian pula dengan Abah Anies. Semua orang tahu Partai Gerakan Rakyat partainya Abah Anies.

Model Partai NasDem lain lagi. Surya Paloh menakodai langsung Partai NasDem. Wacana ini sempat muncul di Rakernas I Gerakan Rakyat. Ada Pengurus Wilayah secara terang-terangan mengusulkan Abah Anies menjadi Ketua Majelis Tinggi seperti SBY saat ini di Partai Demokrat. Atau menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Rakyat.

Yang jelas prediksi penulis, Abah Anies akan jadi tokoh sentral di Partai Gerakan Rakyat. Tokoh sentral yang menentukan arah perjuangan dan strategi partai. Selain Abah Anies menjadi magnet suara Partai Gerakan Rakyat.

Hal itu terbukti ketika Ormas Gerakan Rakyat sebelum menjadi partai politik lebih punya daya jangkau dalam mengembangkan jaringan dan keanggotaan. Sudah terbentuk di 38 propinsi dan ratusan kabupaten/kota dan di ribuan kecamatan di Indonesia.

Tentu saja karena sosok Abah Anies yang secara terbuka selalu hadir di acara resmi Ormas Gerakan Rakyat. Baik saat Deklarasi, Rapimnas, Launching KTA hingga Rakernas yang memutuskan bertransformasi menjadi partai politik.

Penulis meyakini Partai Gerakan Rakyat akan mendapat limpahan suara dari popularitas dan elektabilitas Abah Anies. Setidaknya seperti Partai NasDem dan PKB di Pemilu 2024 yang mengalami kenaikan perolehan kursi DPR secara signifikan.

Menurut hemat penulis, kita sebagai pendukung Abah Anies tidak perlu mempersoalkan dimana posisi Abah Anies di Partai Gerakan Rakyat. Justru kita bertanya pada diri kita; dimana posisi kita saat Abah Anies perlu kita?

Hilal politik Abah Anies sudah kelihatan. Partai Gerakan Rakyat adalah partainya Abah Anies. Mari kita dukung bersama-sama tanpa tapi dan nanti. Minimal jadi anggota. Lebih bagus lagi bila jadi pengurus.

Bagi tokoh-tokoh relawan Abah Anies di 2024 yang belum bergabung mari bergabung di Partai Gerakan Rakyat. Jangan biarkan Abah Anies dan Bang Sahrin berjuang berdua.

Mari kita seperti dulu lagi. Berfikir dan berjiwa besar. Proaktif. Bergandengan tangan dengan mesra untuk Indonesia yang adil dan makmur.

Bila ada pendukung Abah Anies menjadi anggota atau simpatisan politik partai lain tetaplah menjadi pendukung Abah Anies. Silaturrahim dan kebersamaan tetap dijaga. Perbedaan partai politik tidak membuat kita ke lain hati. Abah Anies tetap yang terbaik.

Penulis percaya, Abah Anies dan Partai Gerakan Rakyat punya kalkulasi sendiri agar lolos sebagai peserta Pemilu 2029 dan lolos ke DPR. Tentu saja Abah Anies menang Pilpres 2029.

Kita ikhtiar dan doakan Abah Anies dan Partai Gerakan Rakyat Allah mudahkan ikhtiar politik untuk menuntaskan janji kemerdekaan, _Aamiin_

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

Bandung, 1 Sya’ban 1447/20 Januari 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis