Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera angkat bicara terkait langkah Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dalam Dewan Perdamaian Dunia atau Board of Peace (BoP), sebuah forum perdamaian global yang disebut dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Mardani, keputusan Prabowo tersebut dapat dibaca dari dua sudut pandang. Dari sisi positif, ia menilai langkah itu bisa dimaknai sebagai upaya Indonesia—melalui Prabowo—untuk memiliki posisi dan suara strategis dalam isu perdamaian global, khususnya terkait konflik Palestina.
“BoP, sangka baiknya, Pak Prabowo ingin punya suara untuk menjaga Palestina. Seperti Turkiye, Qatar, UEA dan negara-negara lain. Banyak negara muslim juga bergabung di BoP,” kata Mardani dalam pernyataannya di akun X (Twitter), Selasa (27/1/2026).
Namun demikian, Mardani mengingatkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum internasional semacam BoP tidak boleh bersifat simbolik semata. Ia menekankan pentingnya prinsip dasar yang harus dipegang teguh, terutama menyangkut masa depan Palestina.
Menurutnya, setiap pembahasan mengenai masa depan Palestina wajib melibatkan rakyat Palestina secara langsung, bukan hanya diputuskan oleh aktor-aktor global tanpa representasi otentik dari pihak yang paling terdampak.
“Keputusan ini mesti diikuti prinsip bahwa wajib mengajak rakyat Palestina dalam membahas masa depan Palestina,” tegas Mardani.
Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa arah dan target dari keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut harus jelas dan tidak multitafsir. Bagi PKS, kata Mardani, tujuan akhir yang tidak bisa ditawar adalah kemerdekaan penuh bagi Palestina.
“Targetnya harus jelas: Palestina Merdeka,” ujarnya.
Pernyataan Mardani ini muncul di tengah sorotan publik terhadap berbagai inisiatif internasional yang mengatasnamakan perdamaian Timur Tengah, namun kerap menuai kritik karena dianggap mengabaikan aspirasi rakyat Palestina dan cenderung menguntungkan kepentingan geopolitik negara-negara besar.












