Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus sempat menyinggung soal sikap pemerintah pusat dan daerah terkait penanganan bencana. Apalagi kata dia, Indonesia termasuk negara yang rawan akan bencana karena berada di cincin api Pasifik atau ring of fire.
“Dari sini kita belajar bahwa Republik Indonesia ini yang ada di ring of fire, di daerah yang sangat rentan bencana kita selalu tergagap-gagap. Setiap ada bencana kita seperti anak yang baru belajar berdiri, belajar berjalan,” ucap Deddy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Dilihat dari sisi kebijakan dan penganggaran, kata dia, pemerintah seakan tidak memiliki kepekaan terhadap potensi kebencanaan. Bahkan Deddy menilai pemerintah pusat terkesan tidak memiliki skenario penanganan bencana yang jelas terhadap wilayah terdampak dan rawan.
“Jadi 80 tahun kita merdeka itu, ya rakyat itu memang hidup dengan sendirinya tanpa kehadiran negara. Bayangkan desa-desa bisa dihapus habis. Memang kita membuat kebijakan tidak pernah hulu hilir, jadi ini bagaimana menatanya kembali? Bukan tidak mungkin, ini sangat mungkin terulang,” lanjut Deddy.
Selain itu, Deddy juga sempat melontarkan sindiran bila masyarakat Indonesia tak pemarah mengenai penanganan bencana. Terkait hal ini, ia menyinggung fenomena bendera putih yang sempat dikibarkan oleh warga Aceh beberapa waktu lalu.
“Kita harus bersyukur, rakyat kita ini enggak pemarah. Kemarin bendera putih cuma sebentar, tapi percayalah ini menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemerintah,” kata Deddy.
Ia kemudian meminta Kemendagri bekerja sepenuh hati dalam menanggulangi bencana di Sumatera. Dia mengingatkan penanganan bencana merupakan situasi atau kondisi saat sangat berbeda dari biasanya.
“Jadi tolonglah Kementerian Dalam Negeri sebagai salah satu leader dalam satgas penanganan bencana ini bekerja sepenuh hati. This is not business as usual. Ini menyangkut nyawa manusia,” pungkasnya.(Sumber)












