Fenomena unik melanda jagat maya setelah kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Sumber, Solo, mendadak berubah nama menjadi “Tembok Ratapan Solo” di aplikasi Google Maps.
Perubahan label lokasi yang terdeteksi sejak akhir pekan lalu (15/2/2026) ini memicu kedatangan warga untuk membuat konten video berpura-pura menangis di depan pagar rumah tersebut.
Menanggapi hal ini, Ajudan pribadi Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, angkat bicara. Ia membenarkan adanya fenomena tersebut dan menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan kreativitas netizen selama dalam batas wajar.
Namun, ia memberikan imbauan tegas agar masyarakat tidak benar-benar menjadikan rumah tersebut sebagai tempat meratap.
“Ya ada saja (yang meratap), kita imbau supaya tidak melakukan hal serupa,” ujar Syarif saat dikonfirmasi inilah Jateng, Senin (16/2/2026).
Syarif menegaskan kembali fungsi bangunan tersebut sebagai hunian pribadi, bukan situs religi atau monumen publik seperti Wailing Wall di Yerusalem.
“Karena di sini merupakan kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, bukan Tembok Ratapan Solo,” tegasnya.
Meski viral dan memancing keramaian, Syarif memastikan tidak ada pengetatan pengamanan atau pembatasan pengunjung di area sekitar kediaman Jokowi. Aktivitas warga di sekitar lokasi dibiarkan berjalan normal seperti biasa.
“Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja,” pungkas Syarif.
Hingga berita ini diturunkan, label “Tembok Ratapan Solo” masih terlihat bagi sebagian pengguna Google Maps, sementara beberapa pihak telah melaporkan perubahan tersebut agar kembali ke nama aslinya.(Sumber)












