Presiden RI Prabowo Subianto berencana untuk meniru kebijakan negara tetangga dalam menghadapi kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas akibat konflik Timur Tengah. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) hingga makanan di dalam negeri.
Prabowo menyontohkan kebijakan di Pakistan yang menerapkan 50 persen work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, hari kerja mereka pun juga berkurang hingga empat hari untuk meminimalisir penggunaan BBM.
“Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Seolah bahwa ini bagi mereka sudah seperti kita dulu waktu COVID,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Prabowo juga mengungkap Pakistan mengurangi gaji untuk anggota kabinet hingga anggota DPR. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah.
“Mereka memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian. Dan mereka mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap saat. Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan. Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri, kemudian mereka kurangi, tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya,” paparnya.
Prabowo pun menekankan paparan ini baru sebagai pembanding pemerintah. Eks Menteri Pertahanan ini tetap menegaskan perlunya langkah-langkah yang proaktif dalam menghadapi kondisi ini.
“Dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” tuturnya.(Sumber)












