LPolitikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto dalam merespons kritik publik terkait kebijakan impor kendaraan yang belakangan disebut sebagai “gerobak India”.
Menurut Guntur, tidak semua kritik dari masyarakat mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia mencontohkan polemik impor ratusan ribu kendaraan yang menuai protes luas, namun dinilai tidak direspons secara memadai oleh Presiden.
“Tidak semua kritik publik didengar Pak Prabowo. Seperti impor ratusan ribu ‘gerobak India’ yang diprotes, tetapi tidak ada respons yang jelas,” ujar Guntur dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Ia juga menyinggung pernyataan Prabowo yang mempertanyakan mengapa Indonesia justru menjadi pasar bagi produk otomotif dari luar negeri. Guntur menilai, pernyataan tersebut kontradiktif dengan kebijakan impor yang justru membuka ruang lebih besar bagi produk asing masuk ke dalam negeri.
“Di satu sisi bertanya kenapa kita jadi pasar mobil orang lain, tapi di sisi lain kebijakan impor malah memperbesar ketergantungan pada produk luar,” tambahnya.
Kritik ini menambah daftar sorotan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah, khususnya dalam sektor industri dan perdagangan. Sejumlah pihak sebelumnya juga mengingatkan pentingnya keberpihakan pada industri dalam negeri agar mampu bersaing di tengah gempuran produk impor.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana terkait kritik yang disampaikan Guntur Romli tersebut. Namun, isu ini diperkirakan akan terus menjadi perdebatan di ruang publik, terutama terkait konsistensi kebijakan pemerintah dalam mendorong kemandirian industri nasional












