DPD Partai Golkar Jawa Barat dipastikan akan memiliki ketua baru dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI yang digelar pada 1–3 April 2026 di Bandung.
Kepastian tersebut menyusul keputusan Ketua DPD Partai Golkar Jabar saat ini, Tubagus Ace Hasan Syadzily yang tidak akan kembali mencalonkan diri dalam kontestasi pemilihan ketua. Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara, mengatakan keputusan itu diambil Ace Hasan karena mendapat penugasan strategis di tingkat pusat.
“Pak Ace Hasan saat ini menjabat sebagai Gubernur Lemhannas dan juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, sehingga diminta untuk lebih fokus di tingkat pusat,” ujar Iswara dalam konferensi pers di Bandung, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut sekaligus membuka jalan bagi munculnya kepemimpinan baru di tubuh Golkar Jawa Barat. Namun, Iswara mengakui sebagian besar kader di daerah masih menginginkan Ace Hasan melanjutkan kepemimpinan. Pasalnya, capaian elektoral partai meningkat dalam kontestasi politik lima tahunan di tingkat legislatif.
“Dukungan itu dilandasi hasil Pileg, di mana kursi DPR RI naik dari 14 menjadi 16, DPRD provinsi dari 17 menjadi 19, dan DPRD kabupaten/kota dari 194 menjadi 207 kursi,” jelasnya. Sementara itu, Musda XI Golkar Jabar tetap akan berjalan sesuai jadwal yang telah disetujui DPP Partai Golkar, yakni pada 1–3 April 2026.
Dalam forum tersebut, agenda utama selain laporan pertanggungjawaban pengurus adalah pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang baru.
Ketua Steering Committee Musda, Yomanius Untung, menyebutkan pendaftaran bakal calon ketua dibuka sejak hari pertama pelaksanaan.
Setiap calon diwajibkan mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total 33 pemilik suara atau setidaknya 10 dukungan sah.
“Setiap pemilik suara hanya boleh memberikan dukungan kepada satu calon. Jika ganda, otomatis gugur,” tegasnya.
Dengan tidak majunya Ace Hasan, kontestasi Musda kali ini diprediksi akan menghadirkan dinamika baru dalam perebutan kursi pimpinan Golkar Jawa Barat. (Sumber)












