News  

Yusuf Blegur: Kepemimpinan Prabowo-Gibran Dinilai “Menuju Batas Akhir”

Yusuf Blegur (IST)

Aktivis sosial politik Yusuf Blegur melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam pernyataannya yang disampaikan dari Bekasi, ia menilai pasangan tersebut mengalami penurunan kualitas kepemimpinan sejak dilantik pasca Pilpres 2024.

Menurut Yusuf, komitmen pemerintah dalam melindungi rakyat dan menjaga kedaulatan negara saat ini sedang berada dalam ujian serius. Ia menyoroti berbagai persoalan, baik di dalam negeri maupun dalam konteks internasional, yang dinilai mencerminkan lemahnya implementasi kebijakan.

“Rakyat kerap dipertontonkan narasi yang seolah-olah nasionalis dan patriotis, namun melempem saat implementasi,” ujar Yusuf dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia juga mengkritik kondisi sosial dan ekonomi yang disebutnya semakin memburuk. Yusuf menilai masyarakat menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak, serta menyinggung maraknya persoalan seperti kemiskinan, tingginya harga kebutuhan pokok, hingga isu korupsi yang dinilai masih menjadi persoalan utama.

Lebih jauh, Yusuf menyebut adanya indikasi penurunan kapasitas aparatur pemerintahan. Ia menilai sejumlah posisi strategis diisi oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi dan integritas yang memadai.

“Pengelolaan negara tidak dilakukan oleh orang-orang yang kompeten. Banyak pemangku kepentingan justru memperlihatkan perilaku tak beretika dan cenderung melanggar hukum,” tegasnya.

Dalam konteks global, Yusuf juga menyinggung arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menurutnya mulai menjauh dari prinsip kemandirian. Ia mengaitkan hal ini dengan sejarah politik luar negeri Indonesia sejak era Soekarno dan Soeharto, yang dikenal dengan prinsip bebas aktif.

Ia bahkan menyebut bahwa saat ini Indonesia berisiko kehilangan martabat sebagai bangsa di mata internasional. Kritik tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah isu geopolitik, termasuk sikap pemerintah terhadap konflik global yang tengah berlangsung.

Menutup pernyataannya, Yusuf menyampaikan peringatan keras kepada pemerintahan saat ini agar segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Sadarlah dan bertaubatlah sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.

Pernyataan Yusuf Blegur ini menambah deretan kritik dari berbagai kalangan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, yang hingga kini masih menjadi sorotan publik di berbagai isu strategis nasional.