Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menilai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terlalu jauh masuk ke wilayah program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga dinilai keluar dari fokus utama tugasnya sebagai Menteri Pertahanan.
Menurut Hari, keterlibatan Menhan dalam urusan teknis maupun simbolik program MBG memunculkan pertanyaan publik, karena program tersebut sejatinya lebih berada dalam ranah sosial, pangan, dan pelayanan masyarakat, bukan domain utama pertahanan negara.
“Menhan Sjafrie Sjamsoeddin offside. Hasrat politiknya terlihat tinggi. Menteri Pertahanan itu seharusnya fokus pada pertahanan negara, bukan terlalu masuk ke dapur MBG atau Makan Bergizi Gratis,” ujar Hari Purwanto dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai, program MBG memang merupakan program strategis nasional yang penting, namun tidak semua pejabat harus masuk terlalu dalam ke wilayah implementasinya, apalagi jika tidak berkaitan langsung dengan tugas kementeriannya.
“Kalau Menhan ikut terlalu aktif dalam urusan MBG, publik tentu bertanya, apakah ini bagian dari tugas pertahanan atau justru bagian dari positioning politik?” katanya.
Hari menegaskan bahwa seorang Menteri Pertahanan semestinya lebih berkonsentrasi pada persoalan besar seperti modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), pengamanan wilayah perbatasan, pertahanan maritim, serta kesiapan menghadapi ancaman geopolitik global.
Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius di sektor pertahanan, mulai dari ketegangan kawasan, keamanan laut, hingga ancaman siber dan stabilitas regional.
“Ancaman pertahanan nyata ada di depan mata. Jadi jangan sampai energi Menhan justru habis untuk urusan dapur MBG yang bukan tugas utamanya,” tegasnya.
Hari juga mengingatkan bahwa publik sangat sensitif terhadap potensi penggunaan jabatan strategis negara untuk membangun citra politik pribadi, terlebih menjelang dinamika politik nasional ke depan.
“Jangan sampai muncul kesan bahwa jabatan Menteri Pertahanan digunakan sebagai panggung pencitraan politik melalui program-program populis seperti MBG. Itu bisa menimbulkan persepsi negatif,” ujarnya.
SDR meminta agar seluruh menteri tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing agar pemerintahan berjalan efektif dan profesional.
“Negara membutuhkan fokus kerja, bukan perluasan panggung politik. Menhan harus kembali ke jalurnya: menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, bukan sibuk di dapur MBG,” pungkas Hari.












