Dino Patti Djalal Diduga Terjangkit NPD, Ali Lubis: Kritik Harus Berdasarkan Data dan Solusi

Ketua Partai DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis, SH, MH menanggapi kritik yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut Ali Lubis, kritik yang dilontarkan Dino Patti Djalal dinilai tidak didukung data dan fakta yang memadai sehingga berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah.

Dalam keterangannya, Ali Lubis bahkan menduga Dino Patti Djalal menunjukkan gejala Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik. Ia menyebut sejumlah ciri yang menurutnya identik dengan NPD, seperti merasa paling benar, haus pengakuan, dan menganggap diri lebih memahami suatu persoalan dibanding pihak lain.

“Jika melihat kritik yang disampaikan terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo, dapat diduga ada gejala NPD karena merasa paling benar dan paling memahami diplomasi internasional,” kata Ali Lubis dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Ali menilai diplomasi antarnegara tidak dapat dilakukan hanya melalui komunikasi jarak jauh seperti telepon atau konferensi video. Menurutnya, pertemuan langsung antarkepala negara tetap menjadi bagian penting dalam membangun hubungan strategis dan kerja sama internasional.

Ia mencontohkan sejumlah pemimpin dunia yang melakukan kunjungan kenegaraan sebagai bagian dari diplomasi, termasuk kunjungan pemimpin negara-negara besar untuk memperkuat hubungan bilateral maupun multilateral.

Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, kritik seharusnya disampaikan berdasarkan data, fakta, dan informasi yang akurat serta diiringi dengan solusi yang konstruktif.

“Kritik tidak dilarang, tetapi harus menggunakan data dan fakta yang aktual. Kritik yang baik adalah kritik yang memberikan solusi dan bersifat membangun, bukan sekadar menimbulkan citra negatif,” ujarnya.

Ali juga mengingatkan masyarakat untuk bersikap kritis terhadap berbagai opini yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, setiap pendapat perlu diuji berdasarkan argumentasi dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Meski demikian, tudingan mengenai adanya gejala NPD terhadap seseorang merupakan pendapat pribadi yang tidak dapat dijadikan diagnosis medis. Diagnosis gangguan kepribadian hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan jiwa melalui pemeriksaan yang komprehensif.

Ali Lubis berharap perdebatan mengenai kebijakan luar negeri pemerintah dapat berlangsung secara sehat dan produktif, sehingga menghasilkan masukan yang bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.