News  

Demo Mahasiswa Mengguncang Singgasana Siapa?

Demo mahasiswa sejak Jum’at, 12 Juni 2026 dan 15 Juni 2026 belum mampu mengguncang rupiah dan IHSG lebih dalam. Lebih ke sentimen global. AS dan Iran berdamai. Selain kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga.

Sepekan terakhir rupiah dan IHSG bergerak positif. Rupiah menguat. Dibawah Rp18.000. Sebelumnya sempat di atas Rp18.000. IHSG juga memberikan sinyal positif. Sempat menyentuh level terendah di kisaran 5.342. Sekarang IHSG berada diposisi 6.309.

Apakah rupiah dan IHSG akan terus menguat? Wallahua’lam. Pertanda pasar masih percaya pada rezim Prabowo, bisa ya bisa juga tidak. Yang pasti belum aman. Rupiah dan IHSG masih rentan. Rupiah dan IHSG menguat karena sentimen sesaat.

Ada kecenderungan aksi mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat akan terus berlanjut. Meluas dan membesar. Ini tantangan terbesar bagi Prabowo selain isu gonjang-ganjing ekonomi.

Bila ekonomi sesuai prediksi ekonom, rupiah dan IHSG anjlok, cadangan devisa menipis. Sementara rezim Prabowo-Gibran tidak mendapat utangan baru karena kas negara makin menipis. Ada kemungkinan situasi ke depan tambah memburuk.

Kecuali Prabowo berani mengambil keputusan tidak populer bagi dirinya. Stop MBG dan Koperasi Merah Putih. Bilapun tidak distop total, anggaran kedua program tersebut dipangkas. Sinyal ke arah itu ada pasca Dadan Hindayana dan kawan-kawan ditangkap.

Bila dalam beberapa hari ke depan, Rupiah dan IHSG yang sempat menguat kembali melampaui angka psikologis Rp18.000 dan IHSG dibawah 6.000. Sementara aksi demonstrasi besar-besaran pada akhir Juni ini yang bisa saja diskenariokan chaos agar mudah dikendalikan.

Tidak mudah bagi mahasiswa untuk menggoyang rezim Prabowo. Apalagi massa buruh sebagian sudah dirangkul Prabowo. Mengandalkan massa mahasiswa dan kelompok kritis. Kecuali ekonomi memburuk seperti prediksi ekonom.

Yang jelas ada kekuatan politik dan orang berduit ikut menggoyang rezim Prabowo. Mereka ingin kekuasaan berganti. Hanya saja mereka belum berani tampil secara terbuka. Setidaknya mudah kita baca. Misalnya tiba-tiba ada sekelompok demonstran menemui Gibran Rakabuming Raka di Istana Medan Merdeka Selatan.

Terlalu mudah dibaca demo yang mengklaim dirinya mahasiswa, 15 Juni 2026. Pantas saja tidak semua elemen mahasiswa ikut aksi, Senin, 15 Juni 2026. Publik curiga. Murni mahasiswa atau mahasiswa jadi-jadian. Jikapun mahasiswa ada yang mendompleng populer. Gimmick. Seperti kata peribahasa, “lempar batu sembunyi tangan” melalui tangan-tangan mahasiswa tertentu yang bisa dikondisikan?

Wallahu’alam bish-shawab.

Bandung, 1 Muharram 1447/16 Juni 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis