News  

Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri: Sekolah Garuda Perkuat Daya Saing SDM Indonesia di Pasar Global

Dyah Roro Esti Widya Putri (IST)

Program Sekolah Garuda dinilai tidak hanya menjadi sarana untuk mempersiapkan siswa menembus perguruan tinggi terbaik dunia, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri saat meninjau pelaksanaan Program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (24/7). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan jajaran sekolah.

Menurut Dyah Roro, pembangunan daya saing bangsa tidak cukup hanya melalui penguatan sektor industri dan perdagangan. Fondasi utama agar Indonesia mampu menjadi pemain utama di pasar global adalah kualitas SDM yang dipersiapkan sejak bangku sekolah.

“Program Sekolah Garuda merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul. Kita ingin anak-anak Indonesia tidak hanya mampu melanjutkan studi ke universitas terbaik dunia, tetapi juga siap menjadi inovator, profesional, maupun wirausahawan yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Wamendag mengaku terkesan dengan fasilitas pendidikan yang dimiliki MAN 2 Kota Malang serta semangat belajar para siswa.

Ia menilai kualitas sekolah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki modal SDM yang sangat besar untuk bersaing di era ekonomi global apabila didukung oleh kebijakan pendidikan yang tepat.

“Fasilitasnya lengkap, siswa-siswinya sangat aktif dan antusias. Ini membuktikan bahwa SDM Indonesia luar biasa dan akan semakin berdaya saing melalui berbagai program yang dijalankan pemerintah,” kata Dyah Roro.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara sangat bergantung pada kualitas manusianya. Karena itu, investasi di bidang pendidikan harus berjalan beriringan dengan pembangunan sektor industri dan perdagangan.

Sebagai Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro menjelaskan bahwa keterlibatan Kemendag dalam Program Sekolah Garuda berkaitan erat dengan upaya membangun generasi muda yang memiliki mental kewirausahaan.

Kemendag saat ini menjalankan program Campuspreneur, yakni inisiatif yang bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan generasi muda agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan memiliki daya saing ekspor.

Menurutnya, kreativitas siswa tidak boleh berhenti sebagai prestasi akademik semata, tetapi harus mampu dikembangkan menjadi inovasi ekonomi.

“Kami ingin meningkatkan jiwa kewirausahaan anak-anak muda sehingga produk yang mereka hasilkan tidak hanya mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga menembus pasar internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran mengenai kewirausahaan perlu diberikan sejak usia sekolah agar generasi muda mampu mengenali peluang usaha, memahami kebutuhan pasar, serta memiliki keberanian menciptakan lapangan kerja.

Dyah Roro menilai peluang produk Indonesia di pasar internasional masih sangat besar.

Untuk sektor UMKM, sejumlah komoditas seperti kopi, kakao, cokelat, hingga modest fashion terus menunjukkan peningkatan permintaan di berbagai negara, termasuk kawasan Timur Tengah.

Sementara untuk industri besar, Indonesia masih memiliki kekuatan pada sektor alas kaki, minyak sawit, hingga berbagai produk manufaktur yang dipasarkan ke Eropa, Timur Tengah, India, Pakistan, dan sejumlah negara lainnya.

Karena itu, pemerintah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membaca peluang pasar global.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen yang mampu menghadirkan produk berkualitas untuk dunia,” tegasnya.

MAN 2 Kota Malang ditetapkan sebagai salah satu pelaksana Program Sekolah Garuda sejak pertengahan Mei 2026 setelah melalui proses seleksi dan verifikasi yang cukup panjang.

Penilaian meliputi kesiapan sarana dan prasarana, lingkungan belajar yang ramah anak, tata kelola sekolah, hingga rekam jejak prestasi akademik para siswanya.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, mengatakan penetapan tersebut menjadi motivasi besar bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, kehadiran Wamendag menjadi penyemangat bagi para siswa yang tengah mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Kehadiran Ibu Wamen memberikan motivasi kepada kami untuk terus berinovasi dan memperkuat Program Sekolah Garuda,” ujarnya.

Samsudin mengungkapkan bahwa budaya akademik di MAN 2 Kota Malang selama ini memang diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Pada tahun ini, sebanyak 19 siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.

Setelah berstatus sebagai Sekolah Garuda, antusiasme siswa untuk mengikuti jalur pendidikan internasional meningkat signifikan. Dari siswa kelas XI saja, sekitar 200 orang telah menyatakan minat mengikuti program studi ke luar negeri dengan berbagai skema beasiswa.

Selain memperkuat kemampuan akademik, sekolah juga mengembangkan pendidikan kewirausahaan melalui mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), laboratorium praktik, serta koperasi sekolah yang menjadi ruang belajar bisnis secara langsung bagi para siswa.

Program Sekolah Garuda menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM sebagai modal utama menuju Indonesia Emas.

Melalui penguatan literasi, riset, kemampuan bahasa asing, kepemimpinan, serta kewirausahaan, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu bersaing memperoleh pendidikan terbaik dunia, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Bagi Kementerian Perdagangan, keberhasilan Program Sekolah Garuda juga diharapkan mampu mendukung lahirnya pelaku usaha baru, eksportir muda, serta SDM unggul yang menjadi penggerak perdagangan Indonesia di pasar global pada masa mendatang. (Sumber)