Hiburan

Sindir Insiden Mic Mati, Pendukung Puan Maharani Siapkan 100 Pengacara Untuk Lawan Nikita Mirzani

0

Sindiran artis sensasional Nikita Mirzani yang ditujukan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani terkait Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja berbuntut panjang. Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN), ormas pendukung Puan, langsung mengambil sikap.

GPMN secara tegas meminta Nikita Mirzani meminta maaf kepada Puan Maharani, terlebih artis yang terkenal karena sensasi tersebut menyinggung-nyinggung Pancasila. GPMN sendiri menilai aksi Nikita Mirzani mengomentari insiden mic mati di DPR itu sebagai bagian hanya mencari sensasi.

Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN), Ali Nugroho sangat menyayangkan aksi bullying yang dilakukan Nikita terhadap Puan dan dengan tegas meminta sang artis meminta maaf.

Keseriusan GPMN untuk mempermasalahkan Nikita Mirzani juga dibuktikan dengan disiapkannya 100 pengacara untuk melawan sang artis. Baca juga: Kocak, Gaya Nikita Mirzani Sindir Puan Maharani

“GPMN akan kumpulkan 100 advokat-advokat dari sabang sampai Merauke yang ada di 30 Provinsi. Dalam waktu 1x 24 jam bila Nikita tidak memohon maaf. Kami adukan ke dewan pers. Kami akan layangkan somasi. Berkomentar tidak esensi.” kata Ali dalam keterangannya.

Sebelumnya, Nikita Mirzani memang menyindir insiden mic mati yang terjadi saat sidang RUU Omnibus Law di Gedung DPR.

“Kenapa ibu Puan Maharani matiin mikrofonnya? Kurang fair ketika orang sedang menyuarakan suaranya tapi tidak bisa didengar, Negara ini dibangun atas dasar Pancasila. Masih inget ga pancasila dari 1 sampai ke 5 jangan sampai aku datangkan tante Lala ni ke DPR RI,” tulis Nikita Mirzani lewat Instagramnya. {viva}

Narji dan Rano Karno Dicokok Polisi Karena Narkoba Jenis Sabu, Begini Kronologisnya

Previous article

Viral! Para Wanita Simpanan Anggota DPR Ancam Lapor Istri Jika Tak Tolak Omnibus Law

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *