Tekno

Jual Produk China Harga Murah di Shopee, Menkop Teten Cari Tahu Soal Mr Hu

0

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki telah memanggil Shopee terkait fenomena Mr Hu yang sempat ramai di masyarakat.

Mr Hu adalah sosok yang diduga menjadi seller Shopee yang menjual produk-produk dari China dengan harga yang murah. Hal ini pun dianggap bisa menjatuhkan peluang UMKM untuk bisa kembali bangkit.

Menanggapi hal itu, Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengatakan, ada sebanyak 98,1 persen dari 4 juta penjual aktif di Shopee adalah UMKM. Sisanya, hanya 0,1 persen yang merupakan penjual crossborder.

Sementara untuk penjualan produk-produk UMKM di dalam ekosistem digital penyedia platform marketplace tersebut tercatat sebesar 71,4 persen, sedangkan produk crossborder hanya 3 persen, dan sisanya pedagang besar lokal.

“Shopee berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan serta keberlangsungan bisnis para pelaku UMKM di Indonesia dengan memberikan sorotan khusus melalui inisiatif dan inovasi yang dihadirkan sejak awal Shopee berdiri,” ujarnya usai pertemuan dengan Menkop Teten, mengutip siaran pers, Jumat (19/2/2021).

Menurut dia, pihaknya telah menghadirkan rangkaian program edukasi dan pendampingan bersama dengan beberapa kementerian dan lembaga pemerintahan melalui Kampus Shopee, serta memasarkan produk UMKM melalui kanal khusus produk lokal Kreasi Nusantara.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan pemerintah selalu memastikan dan berkomitmen untuk mengembangkan UMKM dan mendorong produk lokal.

“Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melindungi kepentingan nasional yaitu UMKM. Jika diperlukan, Kementerian Koperasi dan UKM akan mendorong diterbitkannya kebijakan Pemerintah untuk melindungi UMKM dari praktek perdagangan yang tidak adil,” katanya.

Teten pun akan mengambil langkah mitigasi terhadap aktivitas perdagangan crossborder yang menjadi ancaman bagi UMKM dan produk lokal.

Oleh sebab itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengecek kepatuhan seluruh penyedia marketplace terhadap ketentuan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang berlaku.

Selain itu Teten juga mengatakan, sebelumnya, perlindungan Pemerintah terhadap UMKM juga telah dilakukan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK/010/2019 yang menurunkan ambang batas bea masuk barang kiriman dari 75 dollar AS menjadi 3 dollar AS.

Barang impor di atas 3 dollar AS dikenai tarif pajak sebesar 17,5 persen yang terdiri dari bea masuk 7,5 persen, PPN 10 persen, dan PPh 0 persen.

Kemenkop UKM juga memperkuat daya saing UMKM melalui program inkubasi, pelatihan, dan pendampingan. Antara lain melalui LLP-KUKM (Smesco Indonesia) bekerja sama dengan Apindo UMKM Akademi dalam bentuk pelatihan dan pendampingan tenaga profesional kepada UMKM.

Berbagai program juga diselenggarakan untuk meningkatkan akses pasar UMKM antara lain Program Bangga Buatan Indonesia, pengalokasian 40 persen belanja barang dan jasa K/L dan pemerintah daerah kepada UMKM, serta alokasi pengadaan barang dan jasa BUMN kepada UMKM.

Upaya meningkatkan akses pasar dalam negeri juga dilakukan melalui program digitalisasi UMKM yang telah meningkatkan jumlah UMKM yang onboard ke digital dari 7 juta menjadi 11,4 juta UMKM selama tahun 2020.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai penyedia platform e-commerce. Sebelumnya di media sosial Twitter ramai oleh tagar #ShopeeBunuhUMKM hingga menjadi trending topic.

Tagar ini ramai mulai ramai, bermula dari percakapan sejumlah pengguna Twitter yang membahas tentang seller atau penjual di Shopee yang bernama Mr. Hu.

Beberapa foto detail pengiriman barang dari China di Shopee yang dibagikan oleh warganet menunjukkan bahwa nama Mr. Hu selalu tercantum sebagai pengirim. {kompas}

Andi Arief: Hasto Kristiyanto Jadi Durno Di Balik Hubungan PDIP dan Demokrat

Previous article

Iwan Fals Suarakan Kritik Terhadap Para Buzzer Lewat Lagu Barunya di YouTube

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *