Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali didemo oleh warganya sendiri. Kali ini, warga Desa Wadas dalam rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup melakukan aksi damai di depan kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 7 Juni 2022.
Tampak puluhan ibu-ibu dan beberapa orang laki-laki muda yang merupakan mahasiswa duduk berdiam diri dibatasi kawat berduri di depan kantor Ganjar Pranowo dengan membawa berbagai poster tuntutan.
Diketahui demo yang meliputi sejumlah warga sekaligus mahasiswa itu menuntut mencabut IPL Wadas, hingga tolak tambang.
Achmad Annama melalui cuitan twitternya, @AchmadAnnama angkat bicara terkait aksi unjuk rasa warga Desa Wadas bersama mahasiswa tersebut.
Ia menyayangkan, mengapa saat warga Desa Wadas mencoba menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Ganjar Pranowo justru politisi PDIP itu tidak mau menemui, bahkan memberi batasan dengan kawat berduri.
“Tahu ini di mana? Bukan di Jalur Gaza, bukan pula di Ukraina. Yes! Ini di Indonesia! Tepatnya Jawa Tengah/Jateng. Provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo. Mereka masyarakat Wadas, datang untuk bertemu pemimpinnya, gubernurnya, Den Ganjar Pranowo!” cuit akun @AchmadAnnama dibarengi dengan memposting sebuah foto di mana terlihat warga yang sedang duduk di hadapan kawat berduri.
“Warga desa bertamu ke kota, kenapa disambut tuan rumah dengan kawat berduri begini? Sambutan sangat tidak ramah!,” sambung @AchmadAnnama lagi.
Politisi muda Partai Golkar ini pun menyindir Ganjar Pranowo yang selama ini dikenal merakyat bahkan menjadi salah satu Capres unggulan berdasar hasil survei berbagai lembaga. Nyatanya, saat didatangi masyarakat secara damai, Ganjar Pranowo justru malah memasang batasan terhadap mereka.
“Tuan rumahnya, Ganjar Pranowo kemana? Katanya merakyat dekat dengan rakyat, tapi rakyat datang mendekat, kowe justru minggat! Nyalimu mana Den? Tamu bukan disambut justru sembunyi bak pengecut!” tulis Achmad Annama lagi.
Pria yang menjabat sebagai Wabendum Depinas SOKSI, Ormas pendiri Partai Golkar yang perduli pada buruh ini mencoba mengingatkan kembali, bahwa dulu saat ada persoalan persekusi oleh aparat Ganjar Pranowo disambut dengan hangat oleh warga Desa Wadas.
Namun tampaknya, air madu dibalas air tuba berlaku di dunia ini. Pertambangan di Desa Wadas tetap berjalan, IPL tetap diterbitkan, ketika diprotes, Ganjar Pranowo membatasi diri dengan rakyatnya sendiri.
“Padahal saat Ganjar sambangi Desa Wadas disambut tangan terbuka, hati lapang dada senyum manis wajah ceria berharap pemimpin yang mereka pilih bersama bisa jadi cantolan asa, penuntas harapan mereka,” tambahnya lagi.
@AchmadAnnama pada akhir twitnya menyindir Ganjar Pranowo yang disebut-sebut hendak mencalonkan diri sebagai calon presiden tersebut. Ia merasa Ganjar adalah sosok yang tidak tahu terimakasi dan tidak mengerti cara berbalas budi.
Koordinator Komunitas Golkar Milenial ini mengkhawatirkan, suatu saat nanti, jika rakyat saja berani dikhianati, tidak menutup kemungkinan ke depan PDIP, Puan Maharani bahkan Megawati juga akan ia sakiti.
“Apa Den Ganjar ndak tahu cara balas budi, cara menularkan kebaikan? hari ini warga Desa Wadas dikhianati besok bisa jadi giliran PDIP, Puan Maharani atau bahkan Megawati yang disakiti. Musang berbulu ayam, serigala berbulu domba. Waspadalah!” tutup akun @AchmadAnnama mengakhiri cuitannya. (Golkarpedia)