Tekno  

10 Hacker Paling Berbahaya di Dunia dan Ditakuti Seluruh Negara

Hacker paling berbahaya di dunia benar-benar ditakuti negara atau bahkan pemerintah. Sebab, mereka memiliki kemampuan meretas atau membobol sistem keamanan dan menimbulkan dampak yang masif.

Nah, berikut adalah 10 hacker paling terkenal dan berbahaya di dunia:

1. Kevin Mitnick

Kevin Mitnick pernah menjadi buronan FBI. Ia lahir pada 6 Agustus 1963 dan sudah tertarik dengan dunia teknologi sejak belia.

Pada 1983, Mitnick mengakses sistem komputer perusahaan bernama Digital Equipment Network serta menyalin perangkat lunaknya.

Akibatnya, ia ditangkap aparat dan ditahan selama 1 tahun. Setelahnya, Mitnick dikenakan hukuman bebas bersyarat selama 3 tahun. Menjelang akhir kebebasannya, Mitnick justru kembali nekat mendobrak sistem komputer Pacific Bell.

Ia melarikan diri ketika akan diringkus. Memiliki banyak masalah dengan kepolisian dengan menjadi hacker jahat , Mitnick memutuskan untuk berhenti dan berlatih menjadi hacker baik.

Ia kerap menulis buku dan menjadi pembicara dalam seminar-seminar teknologi.

2. Elliott Gunton

Elliott Gunton adalah hacker muda asal Inggris. Ia mencuri data pribadi orang untuk kebutuhan cryptocurrency.

Melansir BBC, pemuda berusia 19 tahun itu ditangkap pada April 2018 dan komputernya disita selama pemeriksaan.

Karena perbuatannya, Elliott dijatuhi hukuman 20 bulan penjara. Kejahatan serupa juga ia lakukan di Amerika Serikat (AS), dengan mencuri identitas dan membajak situs pertukaran mata uang EtherDelta.

Elliott berhasil menipu korbannya dan memperoleh pendapatan hingga USD800 ribu dari hanya 1 korban. Kasus ini tidak hanya melibatkan Elliott, namun juga kedua orangtuanya, Carlie dan Jason Gunton, yang mengaku mentransfer hasil kejahatan putra mereka.

Jason dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dan Carlie dikurung selama 3 bulan. Nama Elliott Gunton masuk ke dalam jajaran hacker terkenal lantaran usianya yang masih cukup muda dan peran orangtuanya demi melancarkan aksi sang anak.

3. Robert Morris

Laman Crime Museum menyebut, Robert Morris meluncurkan malware bernama worm Morris di 1988 dari komputer milik Universitas Cornell.

Kala itu, dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa pascasarjana di universitas tersebut. Hebatnya, Morris merancang malware ciptaannya itu agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak manapun.

Sejatinya, worm Morris tidak merusak sistem, melainkan hanya memperlambat pemrosesan komputer. Sampai detik ini, tidak ada yang tahu persis motif Morris menciptakan worm itu.

Ia diadili di bawah Computer Fraud and Abuse Act pada 1986. Disebutkan bahwa Morris diadili dengan hukuman 3 tahun masa percobaan dan denda sekitar USD10.050.

4. Anonymous

Anonymous merupakan sekelompok aktivis internasional yang terkenal melakukan berbagai serangan siber, baik terhadap lembaga pemerintah ataupun perusahaan ternama.

Anggota kelompok ini dikenal dengan kehadirannya yang menggunakan topeng Guy Fawkes. Anonymous juga banyak menjadi meme di internet. Pada Februari 2022, Anonymous melalui akun Twitter-nya mengumumkan perang siber melawan pemerintah Rusia.

Kelompok ini mengeklaim sudah melakukan beberapa peretasan dunia maya sehingga situs tersebut tidak dapat terjangkau.

Melansir The Guardian, Anonymous sempat merobohkan situs resmi pemerintahan seperti Kementerian Pertahanan dan laman Russia Today. Sebelumnya, kelompok ini juga meretas dan merilis pesan suara milik Donald Trump pada 2012.

5. Jonathan James

Jonathan James berhasil menembus laman Departemen Pertahanan dan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA). Departemen Kehakiman AS, melansir New York Times, mengeklaim bahwa James adalah peretas remaja pertama yang dijatuhi hukuman penjara.

Lebih jelasnya, James disebut menyerang 13 komputer NASA di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall, Huntsville pada 29 dan 30 Juni 1999. Ia mengunduh perangkat lunak dan mencuri data di tempat tersebut.

Jonathan James meninggal dunia di Florida pada 18 Mei 2008 ketika usianya masih sangat muda, yakni 24 tahun.

6. Kevin Poulsen

Kevin Poulsen pernah meretas jaringan telepon tetap milik stasiun radio KIIS-FM. Hal itu membuatnya sering memenangkan kuis di radio tersebut. Ketika diringkus, pihak berwajib menemukan loker penyimpanan yang berisi penyimpanan alat-alat elektronik, cetakan komputer, telepon umum, dan nomor kedutaan Uni Soviet di San Francisco yang sama sekali tidak dipublikasikan.

7. Alexsey Belan

Alexsey Belan dianggap sebagai peretas paling berbahaya di dunia oleh pihak kepolisian. Melansir VOI, pada 2013 sampai 2016, Belan mencuri data dan meretas setidaknya 700 juta akun, dengan rincian 500 juta akun berasal dari Yahoo dan 200 juta sisanya berasal dari berbagai sumber lain.

Belan melakukan hal tersebut diduga atas perintah FSB atau Dinas Keamanan Rusia. Ketika hendak ditangkap, Alexsey Belan berhasil melarikan diri dari persembunyiannya yang berada di Yunani. Belan tidak pernah tertangkap dan keberadaannya tidak diketahui.

 

(Sumber)