Waketum PPP, Arsul Sani: Nasaruddin Umar Dapat Atensi Jadi Cawapres Ganjar

Waketum PPP Arsul Sani menyebut nama Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar, menjadi salah satu yang mendapat atensi sebagai cawapres Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

Namun, kata Arsul, proses komunikasi untuk menentukan cawapres Ganjar masih dinamis.

“Beliau [Nasaruddin Umar] salah satu memang yang juga saya kira mendapatkan atensi. Tapi apakah pada akhirnya beliau atau yang lain, itulah sedang dalam proses,” kata Arsul usai menghadiri Upacara Hari Pancasila di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (01/6).

“Ojo kesusu [jangan terburu-buru],” tambahnya.

Arsul mengatakan, tiga partai pengusung Ganjar Pranowo –PDIP, PPP, dan Hanura– terus berkomunikasi untuk mengerucutkan nama-nama cawapres yang sudah dikantongi masing-masing.

“Ya, 3 partai ini PDIP, PPP, Hanura terus berkomunikasi, tentu yang pertama bagaimana kemudian pencapresan Pak Ganjar Pranowo bisa sukses dan di saat yang sama kemudian juga berkomunikasi, bermusyawarah, mendiskusikan tentang siapa sosok yang paling pas dampingi beliau,” ungkap Arsul.

 

Dia menambahkan, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah mengantongi 10 nama cawapres untuk Ganjar.

Pada kesempatan sama, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menimpali Arsul bahwa mereka bersama Megawati kerap berbisik-bisik soal pemenangan Ganjar. Termasuk otak-atik nama cawapres.

Tapi OSO enggan membocorkan siapa yang akan mendampingi Ganjar di tengah banyaknya nama yang diusulkan berpasangan dengan Gubernur Jawa Tengah itu.

“Adalah, enggak bisa diceritakan,” jelas OSO.
“Itu sudah di kantongnya Pak OSO, cuma belum saatnya dikeluarkan,” kata Asrul menimpali.

Di kesempatan itu juga, OSO menyinggung isu yang beredar tentang cawe-cawe Presiden Jokowi jelang Pilpres 2024. Cawe-cawe tersebut disebut mengarah ke kepentingan memenangkan salah satu capres. Bagi OSO, itu harus dilakukan Jokowi, namun ada batasnya.

“Kalau saya, Presiden harus cawe-cawe karena Presiden enggak bisa dong tinggalkan begitu saja sisa perjuangan yang telah dinikmati oleh rakyat,” kata dia.

“Batas cawe-cawe itu adalah mengingatkan kita semua agar semua yang sudah dijalankan sudah on the track, itu yang harus diteruskan. Kedua, yang kurang harus diperbaiki oleh yang baru. Jadi jangan semuanya mau dianggap tidak ada, gitu, ya banyak orang-orang ini asal cuap aja tapi isinya kaga ada, cuma politik doang, politik-politik murah lagi,” pungkas OSO.(Sumber)