News  

Ketua PBNU Bela Menag Yaqut Soal Kritik Cak Imin Terkait Buruknya Pelayanan Haji 2024

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi menyatakan pelayanan haji 2024 oleh Kementerian Agama secara umum sudah bagus dan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Fahrur Rozi untuk merespons keprihatinan Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mengenai pelayanan terhadap jemaah haji setelah pria yang akrab disapa Cak Imin itu, melakukan inspeksi mendadak ke tenda-tenda jemaah haji di Mina, Arab Saudi, kemarin.

“Saya masih berada di Mekkah dan saya melihat semua lebih baik. Jika ada kekurangan itu sebagian saja karena memang space (ruang) terbatas. Wajar tidak bisa sempurna karena ada jutaan manusia berkumpul di satu tempat,” kata Fahrur melalui pesan tertulis yang dikirimkan kepada Tempo pada Rabu pagi, 19 Juni 2024.

Sebaliknya, Fahrur Rozi memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama karena dianggap berhasil menyelesaikan tugas pelayanan ibadah haji tahun ini. Fahrur berada di Mekkah sejak 8 Juni sebagai bagian dari amirul hajj alias pemimpin jemaah haji Indonesia.

Ia menginap satu lokasi dengan Menteri Agama Fahrur Yaqut Cholil Qoumas dan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. Fahrur ikut meninjau langsung pemondokan jemaah haji, tenda wukuf di Arafah, fasilitas di Muzdalifah dan Mina, serta layanan tim kesehatan haji di berbagai sektor.

“Saya melihat sendiri bagaimana sampai larut malam Pak Menag tidak tidur dan terus melakukan kordinasi dengan petugas di lapangan memastikan pelayanan berjalan baik, terutama di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” ujar Gus Fahrur, sapaan akrabanya.

Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) itu mencontohkan keberhasilan Kementerian Agama itu dengan menyebut tiada kejadian Muzdalifah seperti tahun lalu. Pada 2023, banyak anggota jemaah haji terlantar kepanasan berjam-jam di Muzdalifah di tengah sesaknya tenda. Kementerian Agama sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari agar kejadian serupa tidak terulang.

Menteri Agama langsung turun tangan untuk memastikan jemaah haji Indonesia dapat melakukan ibadah haji dengan baik sesuai syariat Islam dan memastikan pelayanan haji secara optimal baik dari teknis penyelenggaraan ibadah haji urusan transportasi, akomodasi, katering, dan hal teknis lainnya.

“Alhamdulillah, pelaksanaan haji tahun ini sudah lebih baik dan sangat memuaskan. Pak Menag langsung turun tangan. Saya lihat sendiri Pak Menteri Agama sebagai amirul hajj (pemimpin jemaah haji) betul, yang bekerja secara maksimal, dibantu tim petugas di lapangan yang sangat responsif dan berdedikasi tinggi,” ujar Fahrur, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sebelumnya, melalui pesan tertulis, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan prihatin dengan kondisi tenda jemaah haji setelah ia melakukan inspeksi mendadak ke tenda-tenda jemaah haji Indonesia di Mina.

Muhaimin menganggap kondisi tenda dan fasilitas yang ada tidak memadai bagi jemaah haji. Muhaimin menyoroti kapasitas tenda dan tempat tidur jemaah haji yang tidak sesuai.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti ketidakadilan dalam pembagian luas tenda karena ada tenda yang kelebihan luas dan leluasa, tapi ada juga tenda lain yang disesaki jemaah.

Lalu, Muhaimin menyebut rasio jumlah kamar mandi yang tidak seimbang sehingga banyak anggota jemaah haji yang mengantre hingga dua jam dengan kondisi kebersihan kamar mandi yang tidak terjaga. Keberadaan kamar mandi khusus lansia dan disabilitas pun dinilai Muhaimin tidak tidak layak.

Masalah biaya juga disoroti Muhaimin. Menurutnya, harus ada negosiasi dan penataan ulang supaya jamaah haji merasa nyaman. Hal ini bisa diatasi bila perencanaannya sejak awal benar-benar matang dengan mempertimbangkan kebutuhan jemaah.

“Ledakan jumlah jemaah harus diantisipasi dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Negara kita kuat, pemerintah kita besar, masa menangani hal seperti ini saja tidak bisa? Harus bisa, harus ada revolusi penyelenggaraan haji dari awal, perbaikan total sehingga kondisi memprihatinkan ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” kata Muhaimin.

(Sumber)