Wisata  

Menjelajahi Paepira Lakeside, Banda Neira-nya Sumut di Sibolangit

Sumatera Utara merupakan sebuah provinsi yang kaya akan keindahan alamnya, mempersembahkan lebih dari sekadar keajaiban Danau Toba yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain gemerlapnya danau vulkanik, provinsi ini juga menyimpan sejumlah destinasi alam yang menakjubkan, menanti para petualang yang haus akan pengalaman baru.

Di tengah pesona alam asli yang memukau, siapa sangka Sumatera Utara juga menyimpan rahasia destinasi wisata yang keindahan alamnya diasumsikan mirip dengan Banda Neira, yang terletak di pulau-pulau Banda, Maluku Tengah.

Pernah dengar tentang Paepira? Inilah wisata alam baru yang masih berada di sekitaran Danau Toba.

Awal Mula Populernya Paepira

Mungkin Kawan GNFI masih asing dengan Paepira ini. Karena memang kepopulerannya baru berlangsung beberapa belakangan ini. Dilansir dari BidikNewsToday.com,wisata Paepira bisa viral melalui unggahan video Instagram dari akun Bacpacker Jomblo yang dikelola oleh Jonesdo Holaman Sipayung. Unggahan tersebut kurnag lebih mencapai 1 juta viewers.

Setelah itu, tidak hanya Paepira yang mendapat perhatian dari banyak orang, melainkan juga akun Bacpacker Jomblo. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, turut memberikan apresiasi kepada Jonesdo karena telah berpartisipasi dalam mengharumkan daerah pariwisata Danau Toba.

Eh, Jonesdo juga ada pesan untung calon pengunjung, kalau ke sana diusahakan jangan buang sampah sembarangan, ya. Dengan begitu kebersihan dan keasrian desa tetap terjaga sehingga bisa dinikmati dalam jangka waktu yang panjang.

Apa yang Istimewa dari Paepira?

Paepira Lakeside berada di Desa Sibolangit, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Paepira dikelilingi oleh perbukitan yang hijau dan panorama Danau Toba, sebuah perpaduan sempurna untuk memanjakan mata. Di sana, kekayaan warisan budayanya masih terjaga dengan baik. Akan ada sambutan hangat dari penduduk setempat untuk para pengunjung dan tidak lupa memperkenalkan budaya Batak yang khas.

Bagi Kawan yang tertarik, bisa mempelajari kearifan lokal dan tradisi di Desa Paepira dengan menonton pertunjukan tari, seni kerajinan, dan partisipasi dalam kegiatan sehari-hari warga.

Lebih tertarik menjelajah alam? Bisa juga. Kawan bisa melalui trek-trek alami di sekitar Desa untuk menelusuri keindahan alam dan merasakan sejuknya udara yang tidak bisa didapat di kota besar.

Fasilitas yang Bisa Didapat Bila Berkunjung ke Paepira

Seperti yang kita ketahui, bagian paling malas saat harus berlibur adalah menempuh perjalanan yang terkadang tidak dekat. Maka dari itu disarankan menghabiskan waktu yang lama bila telah sampai di tempat tujuan. Akan tetapi, waktu yang lama tidak jarang membuat bosan.

Beragam fasilitas yang terdapat di Paepira akan menghindari Kawan dari kebosanan:

  • Flying fox: panjangnya mencapai 100 meter dan tinggi 10 meter akan membawa Kawan mengelilingi danau.
  • Paintball: ini merupakan wahana pertempuran cat di lapangan yang luas, disarankan mencobanya bersama teman.
  • Trekking: bagi pecinta alam, kegiatan yang satu ini digemari, trek di Paepira menawarkan pengalaman eksplorasi dengan medan yang menantang.
  • Water rafting: kegiatan yang satu ini menyenangkan bagi si penyuka anti mainstream, Kawan akan melawan arus yang cukup deras hanya dengan perahu karet.
  • Perahu dayung: nah, ingin bermain air tapi tidak cukup berani dengan arus deras? Naik perahu dayung solusinya. Cukup membayar 15.000/perahu saja.
  • Camping: salah satu yang selalu diincar. Menikmati keindahan alam Paepira di malam hari tidak akan mengecewakan.

Akses, Jarak Tempuh, Hingga Tiket Masuk ke Paepira

Dari pusat Kota Medan, Paepira Lakeside berjarak 108 km atau membutuhkan waktu selama 4 jam untuk sampai ke sana. Tidak perlu khawatir dengan akses jalan, sampai saat ini masih terpantau aman dan cukup baik bila dtempuh menggunakan kendaraan apapun. Hanya saja, saat sudah mendekati pedesaan, kendaraan roda empat belum bisa menjangkaunya karena jalanan yang sempit.

Buka dari pukul 9 pagi sampai jam 6 sore dengan tiket masuk yang hanya sebesar Rp5000 saja. Begitu pula dengan kendaraan roda empat. Kawan bisa tenang meninggalkan kendaraan dengan keadaan aman untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.