Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Isyana Bagoes Oka masuk dalam daftar salah satu calon wakil menteri di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ia dipanggil ke Kertanegara, Jakarta Selata, Selasa (15/10/2024).
Dia hadir bersama rombongan tokoh lainnya, seperti Wakil Sekretaris TKN Todotua Pasaribu, eks Wali Kota Bogor Bima Arya, politikus Partai Golkar Christina Aryani dan lainnya.
Namun, kepastian tentang posisi kementerian apa yang akan dijabat oleh mantan model dan jurnalis ini belum terungkap jelas.
Lalu siapa sosok Isyana Bagoes Oka sebenarnya? dan bagaimana sepak terjangnya? Simak ulasan berikut ini.
Profil Singkat Isyana Bagoes Oka
Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka lahir di Jakarta pada 13 September 1980, reputasinya dibangun sebagai seorang model, pembawa acara, penyiar berita dan anggota dewan pembina Partai Solidaritas Indonesia.
Dalam dunia modeling, ia pernah meraih penghargaan juara favorit pilihan pembaca pada pemilihan Wajah Femina tahun 2000.
Isyana Bagoes Oka merupakan alumni dari jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, dirinya lulus program Sarjana S1 di tahun 2003 sebelum akhirnya mengawali karier sebagai reporter.
Perjalanan Karier
Tahun 2003 menjadi langkah awalnya berkarir sebagai jurnalis. Ia bekerja menjadi reporter Trans TV. Setahun berselang, Isyana pindah ke TV7 (kini Trans7), sebagai presenter berita sekaligus peliputan.
Tiga tahun berselang, tepatnya tahun 2007, Isyana dipercaya sebagai produser berita program Seputar Indonesia sekaligus sebagai pembawa berita di RCTI.
Pada saat yang sama, ia meliput berbagai peristiwa penting seperti pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2008, Tsunami Aceh, dan Bom Bali II.
Deretan tokoh yang pernah diwawancarai Isyana antara lain George W. Bush saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, bintang dan pelatih sepak bola Pep Guardiola, Cesc Fabregas, Robert Pires hingga Javier Zanetti.
2013, ia pindah ke Metro TV bertugas sebagai wartawan Istana Presiden, era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kariernya sebagai jurnalis terus berlanjut di beberapa media lainnya seperti Sindo TV, Kompas TV dan Fox Sports Asia.
Setelah 10 tahun berkarier di media, Isyana terjun ke politik. Di 2014, dia bersama dua rekannya, Grace Natalie dan Raja Juli Antoni, mereka menginisiasi berdirinya Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kemudian pada tahun 2015, secara resmi dirinya dinyatakan menjabat sebagai ketua DPP PSI.
Pemilu 2019, Isyana bergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin. Pada Pilpres 2024, Isyana adalah juru bicara PSI yang ditugaskan di Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Pada dua gelaran pemilu ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, raihan suaranya pun moncer. Sayangnya ia gagal melenggang ke Senayan, lantaran partainya tak lolos ambang batas parlemen 4 persen.
(Sumber)