Bulutangkis

Ganda Putra Malaysia Ingin Belajar Konsistensi Dari Marcus/ Kevin

0
Duo Minion

Pasangan ganda putra Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, ingin belajar dari ganda putra nomor satu Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Goh/Tan dua kali bertemu Marcus/Kevin pada September 2019 lalu.
Kedua pertemuan itu terjadi pada babak perempat final China Open 2019 dan babak kedua Korea Open 2019. Goh/Tan kalah pada dua pertandingan itu.

Mereka takluk 15-21, 17-21 pada China Open 2019, lalu menyerah 9-21, 20-22 pada Korea Open 2019. Kedua hasil tersebut membuat Goh/Tan belajar banyak.

“Bermain melawan Marcus/Kevin membuktikan kami harus lebih konsisten dan harus mengimbangi mereka. Kami tidak boleh kehilangan poin dengan terlalu mudah, serta harus bisa konsisten,” ucap Goh.

Pasangan peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 tersebut punya alasan untuk memperbaiki performa mereka. Seperti para pebulu tangkis elite lain, Goh/Tan tengah berburu poin menuju Olimpiade Tokyo 2020.

“Kami tidak boleh cepat puas dan harus lebih baik, serta lebih percaya diri. Saya dan Tan meragukan diri sendiri usai Januari 2019 dan butuh analisis mendalam untuk kami kembali ke ritme semula,” tutur Goh.

Saingan Goh/Tan menuju Olimpiade 2020 pun bukan lawan sembarangan.
Dari negeri sendiri, penghuni peringkat ke-10 BWF itu harus berkompetisi dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik, serta Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Peringkat Chia/Soh dan Ong/Teo memang masih di bawah Goh/Tan. Chia/Soh ada pada peringkat ke-14 dan Ong/Teo pada ranking 21. Namun, Goh/Tan harus tetap waspada, apalagi karena setiap negara hanya bisa mengirim maksimal dua wakil pada tiap nomor.

“Kami lega ranking kami di atas Chia/Soh, tetapi perjalanan masih panjang. Kami tak boleh santai-santai. Saya dan Tan ingat perjalanan menuju medali perak di Rio, jadi semoga kami bisa mengulanginya,” ucap Goh.

Kualifikasi menuju Olimpiade 2019 sudah dimulai sejak New Zealand Open 2019 dan akan berakhir pada April 2020. Perjalanan Goh/Tan lolos ke Tokyo akan berlanjut pada Denmark Open 2019 (15-20 Oktober) dan French Open 2019 (22-27 Oktober). {bolasport.com}

Jelang F1 Jepang 2019, Ferrari Tak Bisa Atur Para Pembalapnya?

Previous article

Batalkan Kuliah Umum Ustadz Abdul Somad, Ini Alasan UGM

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *