Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa dunia usaha siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dan mengentaskan kemiskinan.
Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan para pengusaha yang membahas program Danantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (7/3).
“Mungkin saya akan bicara secara umum saja, nanti dari pihak pemerintah yang ditugaskan bisa bicara lebih detail. Tapi tadi yang saya lihat adalah pertemuan yang sangat baik antara pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo dengan dunia usaha,” ujar Anindya.
Menurutnya, Kadin sebagai organisasi yang menaungi dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah.
“Kadin, saya sebagai ketua umum, datang bersama teman-teman dari dunia usaha untuk berpikir bagaimana kita bisa mendukung program pemerintah, untuk mendukung pertumbuhan yang 8 persen lalu juga mengentaskan kemiskinan,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang menjadi sorotan adalah program Danantara, yang dianggap sebagai terobosan besar. Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani turut memberikan pemaparan terkait inisiatif tersebut.
“Tadi juga bicara program-program, misalnya Danantara. Tadi ada Pak Erick Thohir, ada Pak Menteri Rosan tadi berbicara, dan juga tadi ada di situ ada tamu pembicara luar negeri. Mungkin teman-teman bisa cek, dia juga berbagi pemikiran bahwa Danantara ini adalah suatu terobosan yang luar biasa,” ungkap Anindya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya tata kelola dan investasi yang baik agar Danantara dapat memberikan hasil yang maksimal.
“Tapi bagaimana kita bisa melakukan tata kelola yang baik, investasi yang baik untuk bisa menghasilkan sesuatu yang baik,” tambahnya.
Sebagai representasi dunia usaha, Kadin berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah, termasuk dalam implementasi Danantara hingga ke daerah-daerah.
“Mungkin dari Kadin saya ingin mengatakan bahwa Kadin adalah suatu naungan dunia usaha sehingga sangat dibutuhkan kerja sama yang ideal sampai ke daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anindya juga menyoroti visi Presiden Prabowo yang tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara bersamaan.
“Karena bukan saja pertumbuhan, tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa dari sisi kesejahteraan bersamaan itu juga ada,” pungkasnya. (Sumber)