McLaren jelas terlihat sebagai tim yang harus dikalahkan saat ini, setelah dua akhir pekan balapan memasuki musim F1 2025, dengan kru Pepaya meraih kemenangan beruntun di Australia dan Cina. Mantan prinsipal Haas, Guenther Steiner, setuju dengan hal tersebut, namun ia memberikan peringatan kepada tim karena mereka akan menghadapi persaingan yang ketat.
MCL39 milik McLaren telah terbukti menjadi mesin yang kuat musim ini. Meskipun Lando Norris mengakui bahwa mobil ini sulit dikendarai, ia tidak dapat meragukan performanya karena sudah mengantar ke peringkat teratas klasemen.
Terlepas dari awal musim yang kuat ini, Steiner percaya bahwa McLaren tidak boleh lepas tangan.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menyaingi McLaren lagi,” ujarnya dalam siniar Red Flags. “Ini tidak semudah kelihatannya, karena Anda bisa melihatnya di sprint – jika mereka tidak melakukannya dengan sempurna, mereka akan kalah. McLaren tidak boleh melakukan kesalahan karena selalu ada yang siap untuk mengalahkan mereka,” ujarnya.
Sprint di akhir pekan Grand Prix Cina membuat para pembalap McLaren tertinggal di belakang sang juara Lewis Hamilton. Sementara Oscar Piastri berhasil melakukan serangan di menit-menit akhir untuk menduduki posisi kedua, rekan setimnya finis di urutan kedelapan, jauh dari ekspektasi yang ada di sekitarnya.
“Tetapi, jika mereka melakukannya dengan sempurna, saya pikir mereka adalah tim yang harus dikalahkan. Dan ya, mereka jauh di depan yang lain, tetapi kita tidak berbicara tentang satu putaran penuh atau semacamnya. Mercedes, misalnya, juga memiliki kecepatan yang bagus,” pungkasnya.
Empat tim teratas, kecuali Red Bull yang terbukti memiliki mobil yang sulit dikendarai sejauh musim ini, telah menunjukkan performa yang mengesankan, mengisyaratkan musim yang akan datang. George Russell dari Mercedes berhasil finis di podium di setiap Grand Prix, dan tampil sebagai salah satu kandidat kuat juara tahun ini.
Namun, Oscar Piastri lah yang mengambil fokus Steiner setelah gagal meraih podium di Australia setelah melakukan kesalahan di lintasan basah, tetapi ia bangkit kembali dengan drive yang sempurna di Shanghai, dan memimpin finis satu-dua untuk tim Woking.
“Ia tampil lebih baik sepanjang akhir pekan. Jika saya harus bertaruh pada juara dunia sekarang, saya akan menjagokan Oscar Piastri. Ketika Anda melihatnya berbicara setelah kualifikasi, ia tampak cukup ceria. Saya pikir ia masih haus akan kemenangan – ia sangat menikmatinya,” ucapnya.
Ferrari dan Mercedes tetap kompetitif, jadi Grand Prix Jepang akan menjadi ujian lain bagi McLaren karena mereka ingin memperpanjang keunggulan mereka.(Sumber)