OpenAI baru saja meluncurkan Study Mode, fitur baru di ChatGPT yang dirancang untuk membantu siswa mengasah keterampilan berpikir kritis. Fitur ini diklaim tidak hanya memberikan jawaban, tapi juga mengajukan pertanyaan balik untuk menguji pemahaman pengguna. Dalam beberapa kasus, ChatGPT akan menolak memberikan jawaban langsung kecuali siswa berinteraksi dengan materi.
“Study Mode adalah upaya OpenAI menjangkau jutaan siswa yg menggunakan ChatGPT di sekolah,” demikian laporan TechCrunch, 29 Juli 2025.
Fitur ini mulai diluncurkan kemarin untuk pengguna yang sudah masuk (logged in) pada paket Free, Plus, Pro, dan Team. Dalam beberapa minggu ke depan, Study Mode juga akan hadir untuk pelanggan Edu, yaitu siswa yang sekolahnya telah membeli paket khusus untuk seluruh pelajar.
Peluncuran Study Mode dilakukan menyusul temuan sejumlah studi yang menunjukkan penggunaan ChatGPT dapat membantu proses belajar, tetapi juga berpotensi melemahkan keterampilan berpikir kritis.
Penelitian pada Juni lalu menemukan bahwa siswa yang menggunakan ChatGPT untuk menulis esai menunjukkan aktivitas otak lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang menggunakan Google Search atau tidak menggunakan alat apa pun.
OpenAI berharap Study Mode dapat menjadikan ChatGPT sebagai alat pembelajaran yang lebih efektif, bukan sekadar mesin pemberi jawaban. Meski demikian, fitur ini tidak dapat dikunci oleh orang tua atau administrator, sehingga siswa tetap bisa beralih ke mode reguler jika hanya ingin mencari jawaban cepat.
OpenAI menyebut Study Mode sebagai langkah awal perusahaan untuk meningkatkan pembelajaran di ChatGPT dan berencana merilis lebih banyak data tentang cara siswa menggunakan AI generatif dalam pendidikan mereka di masa depan.(Sumber)












