News  

OTT Wamenaker, GREAT Institute Ingatkan Pesan Antikorupsi Presiden Prabowo

GREAT Institute menyampaikan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel. Penangkapan tersebut berlangsung pada Rabu (20/8) malam.

Direktur Komunikasi GREAT Institute, Khalid Zabidi, menilai penangkapan ini sebagai peringatan bahwa praktik korupsi masih marak di lingkungan kementerian. “Kami sangat prihatin atas OTT KPK terhadap Wamenaker, Immanuel Ebenezer, bahwa praktik koruptif masih bergentayangan di lingkungan kantor kementerian,” ujar Khalid.

Menurut informasi dari KPK, Immanuel diduga terlibat pemerasan dalam proses kepengurusan sertifikasi K3 perusahaan. Padahal, selama ini ia dikenal sebagai aktivis yang vokal membela pekerja, terutama terkait kasus penahanan ijazah oleh perusahaan.

Di sisi lain, Khalid juga mengapresiasi konsistensi KPK dalam melaksanakan tugasnya. “KPK harus menjadi garda terdepan dalam kerja-kerja pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegas Khalid yang juga merupakan aktivis 98 ITB.

Ia menekankan pentingnya jajaran penyelenggara negara mematuhi arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato kenegaraan di Sidang Bersama DPR RI dan MPR RI pada 15 Agustus 2025, Presiden menegaskan komitmennya memberantas korupsi secara menyeluruh. “Korupsi adalah musuh bersama yang harus kita basmi sampai ke akar-akarnya demi keadilan dan kemakmuran bangsa,” tegas Prabowo.

Presiden juga menambahkan, “Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang terlibat korupsi, termasuk pejabat tinggi sekalipun. Negara hadir untuk memastikan hukum berjalan tanpa pandang bulu.”

Menutup keterangannya, Khalid kembali mengingatkan pentingnya mendukung penuh komitmen Presiden. “Saya pikir Presiden sudah tegas dan jelas sikapnya terhadap pencegahan dan pemberantasan korupsi, saya berharap para jajaran kabinet dan penyelenggara negara lainnya agar mematuhi perintah Presiden Prabowo untuk tidak melakukan korupsi dalam menjalankan tugas mereka, komitmen Presiden ini harus di dukung penuh.”