Tulisan ini agak terlambat bila dikaitkan dengan aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 yang lalu. Bisa jadi. Maklum kita tidak boleh asal menuduh. Harus ada bukti. Setidaknya indikator bisa kita lihat. Aksi demonstrasi di depan DPR, 25 Agustus 2025 ada yang memobilisasi. Pasti.
Tudingan mengarah pada Geng Solo. Aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 sebagai tunggangan politik. Aksi dari tidak jelas siapa penggeraknya hingga massa yang hadir cukup banyak, militan dan terkesan massa bayaran dengan “menjual” mahasiswa agar laku di kalangan anti Geng Solo.
Dikatakan militan karena massa berani menyerang polisi dan terkesan polisi juga diam. Atau mungkin polisi sudah mencium ada gelagat dari belakang layar untuk memancing chaos seperti tahun 1998. Mungkin pula sebagai pancingan untuk aksi-aksi selanjutnya.
Misalnya saja drama sekelompok massa menyerang mobil yang keluar dari gedung DPR seperti ada settingan untuk memprovokasi agar massa aksi bertindak brutal. Tampak sekali dalam video yang viral provokasi untuk menyulut kemarahan rakyat pada DPR. Bahwa aksi ini serius menyuarakan aspirasi rakyat padahal hanya settingan untuk skenario yang lebih besar.
Seolah-olah kemarahan rakyat itu murni. Padahal seperti tudingan banyak pihak ada Geng Solo di belakang aksi demonstrasi 25 Agustus 2025. Kenapa Geng Solo kerap sekali dituding ada di belakang aksi demonstrasi?
Pertama, Cara melihatnya mudah. Tokoh-tokoh anti Geng Solo tidak ada yang muncul di aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 baik sebelum maupun saat aksi meski informasi aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 beredar luas di media sosial milik pendukung anti Geng Solo. Bahkan para pendukung anti Geng Solo yang nota bene anti Jokowi dan mendukung pemakzulan anak haram konstitusi “terprovokasi” dengan ikut memviralkan rencana aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 di media sosial mereka.
Teman-teman arus bawah anti Geng Solo mudah terprovokasi rencana penggulingan Prabowo yang diduga Geng Solo ada di belakangnya dengan isu bubarkan DPR. Sebuah tuntutan yang disebut tolol sedunia oleh politisi Partai NasDem, Sahroni.
Maaf diksi “tolol” itu mungkin ungkapan kesal. Betapa mudahnya rakyat dari kalangan anti Geng Solo terhasut dan tersulut. Seolah aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 yang menuntut pembubaran DPR dengan menunggangi mahasiswa oleh mahasiswa jadi-jadian yang diduga dimobilisasi Geng Solo.
Kedua, Pihak yang menginginkan Prabowo lengser dan paling intens melakukan upaya pelengseran Prabowo kebanyakan disuarakan dari kalangan Geng Solo. Opini ini diperkuat oleh tuntutan pihak anti Geng Solo terhadap pemakzulan anak haram konstitusi dari RI-2.
Bahasa sederhananya; Geng Solo ingin skenario pelengseran Prabowo dan diganti oleh anak haram konstitusi secepatnya terjadi. Sedangkan pihak anti Geng Solo menginginkan agar anak haram konstitusi segera dicopot oleh MPR.
Spekulasi liar ini bertambah runyam dengan “diamnya” Prabowo. Ada apa di balik diamnya Prabowo dari upaya “kudeta” merangkak, meminjam istilahnya Muhammad Hatta Taliwang? Tidak mungkin Prabowo tidak tahu skenario besar Geng Solo. BIN sudah dipegang oleh orangnya Prabowo.
Sampai kapan Prabowo diam atau pura-pura tidak tahu skenario “kudeta” merangkak yang sedang dimainkan Geng Solo? Sementara pendukung Prabowo dan anti Geng Solo sedang menanti sikap tegas Prabowo terhadap Geng Solo.
Jakarta, 3 Rabiul Awwal 1447/27 Agustus 2025












