News  

Jika Gibran Jadi Presiden, Indonesia Diprediksi Chaos

Gibran Rakabuming Raka (IST)

Pemerhati sosial politik, Sholihin MS, mengeluarkan pernyataan keras terkait dinamika politik nasional. Ia menilai, manuver mantan Presiden Jokowi untuk mengorbitkan putranya, Gibran Rakabuming Raka, ke kursi presiden merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Menurut Sholihin, dugaan keterlibatan “Genk Solo” dalam aksi demo mahasiswa dan buruh pada 25 dan 28 Agustus dengan tema Revolusi Rakyat Indonesia, menunjukkan adanya skenario by design untuk menciptakan kerusuhan.

“Jokowi sudah kebelet ingin menjadikan Gibran si anak ingusan yang otaknya kosong agar segera jadi Presiden,” tegas Sholihin dalam keterangan tertulis kepada Radar Aktual, Kamis (4/9/2025).

Ia bahkan menyebut bahwa hubungan Prabowo-Jokowi hanyalah “palsu” dan lebih menyerupai relasi jongos dan majikan. Jokowi, kata Sholihin, secara diam-diam terus melakukan gerilya politik untuk mendongkel Prabowo demi memastikan estafet kekuasaan tetap jatuh ke Gibran.

Sholihin juga menyinggung dua pintu masuk untuk melengserkan Gibran, yakni:

-Kasus dugaan korupsi yang pernah dilaporkan oleh Ubaidillah Badroen.

-Kasus ijazah dan pendidikan Gibran yang disinyalir bermasalah.

Lebih jauh, ia menuding kebijakan-kebijakan kelompok pendukung Jokowi-Gibran—mulai dari PPATK hingga kebijakan ekonomi—menjadi pemicu amarah rakyat.

“Jika langkah Jokowi ini dibiarkan, negara akan benar-benar hancur lebur,” ujarnya.

Sholihin menilai, Jokowi bukan seorang nasionalis maupun patriot, melainkan hanya berambisi mempertahankan kekuasaan dengan cara licik, curang, bahkan makar. Ia memperingatkan, jika Gibran sampai menjadi presiden, Indonesia akan masuk dalam era chaos.