News  

Nasib Pemilihan Ketum ILUNI UI Ditentukan Audit Forensik Digital

Penetapan hasil Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode 2025–2028 resmi ditunda hingga 31 Agustus 2025. Keputusan ini diambil setelah enam dari tujuh kandidat mengajukan keberatan atas proses pemungutan suara elektronik (e-voting), meskipun di saat yang sama, salah satu kandidat, Pramudya A. Oktavinanda, telah mengklaim kemenangan berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Kondisi ini menciptakan dualisme antara hasil hitungan suara dan legitimasi proses pemilihan, yang kini akan ditentukan melalui audit digital independen.

Protes Memicu Penundaan
Musyawarah Nasional (MUNAS) X ILUNI UI yang berlangsung pada 23–24 Agustus memutuskan menunda pengesahan hasil setelah muncul sejumlah keberatan serius terkait teknis dan validitas sistem e-voting melalui aplikasi UI Connect.

Ketua Umum ILUNI Fakultas Kedokteran UI, dr. Wawan Mulyawan, menjadi salah satu suara yang paling vokal dalam menuntut audit menyeluruh sebelum hasil diumumkan.

“Audit ini penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas proses pemilihan. Ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi tentang memastikan legitimasi pemimpin yang akan mewakili alumni UI secara keseluruhan,” ujar dr. Wawan, Selasa (26/8) dikutip dari Antara.

Beberapa temuan yang menjadi dasar keberatan antara lain:

Ketidaksesuaian Data Pemilih: Ditemukan dugaan partisipasi individu yang belum berstatus alumni.

Ancaman Keamanan Siber: Data monitoring menunjukkan adanya lebih dari 1,1 miliar request mencurigakan selama pemungutan suara.

Anomali Perhitungan: Terjadi perubahan jumlah suara yang drastis dalam waktu singkat, memicu keraguan pada keandalan sistem.

Menanggapi hal ini, forum MUNAS X secara resmi menunda penetapan hasil selama tujuh hari. “Kami menghargai setiap keberatan. Untuk itu, penetapan hasil kami skors agar auditor independen bisa bekerja secara objektif,” ujar perwakilan Organizing Committee (OC) Pemilihan.

Klaim Kemenangan di Tengah Sengketa
Di sisi lain, berdasarkan data hasil akhir e-voting sebelum penundaan, pasangan kandidat nomor urut 7, Pramudya A. Oktavinanda dan Masyita Cryarallin, berhasil meraih suara terbanyak.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pendukung. Hari ini kita mencetak sejarah baru di mana partisipasi terbesar dan mendapat suara sepanjang sejarah,” kata Pramudya melalui unggahan di media sosialnya.

Berdasarkan data yang dirilis tim kampanyenya, berikut adalah perolehan suara akhir:

Pramudya A. Oktavinanda: 6.529 suara

Ivan Ahda: 5.560 suara

Dewi Puspitorini: 4.778 suara

“Alhamdulillah, kandidat nomor 7 memenangkan kontestasi dengan suara terbanyak, unggul hampir seribu suara dari kandidat berikutnya,” kata Manajer Kampanye Pram-Syita, Fauzan Zidni.

Menanti Hasil Audit Independen
Kini, nasib kepemimpinan ILUNI UI periode 2025-2028 bergantung pada hasil audit independen yang akan dilakukan dalam sepekan ke depan. Para kandidat yang mengajukan keberatan telah mengusulkan audit tiga tahap yang mencakup verifikasi Daftar Pemilih Tetap (DPT), analisis forensik sistem e-voting, dan evaluasi proses operasional.

Publik alumni menantikan hasil audit pada 31 Agustus 2025 sebagai dasar penetapan ketua umum yang sah dan legitimate untuk memimpin organisasi alumni UI tiga tahun ke depan.(Sumber)