News  

Bantah Ditangkap Polisi, Bjorka ‘Asli’ Retas dan Sebarkan 341 Ribu Data Anggota Polri

Peretas dengan nama samaran Bjorka kembali membuat heboh setelah mengunggah data pribadi 341 ribu lebih anggota Polri ke laman pribadinya.

Peretasan data-data miliknya personel kepolisian ini dirilis Bjorkan dalam laman netleaks.net, sejak Sabtu (4/10/2025), atau beberapa hari setelah Ditresiber Polda Metro Jaya menangkap sosok berinisial WFT yang mengaku sebagai Bjorka di Minahasa, Sulawesi Utara.

“Karena pihak kepolisian di Indonesia mengklaim telah menangkap saya, saya memutuskan untuk mengungkap data ini sebagai kejutan bagi mereka,” tulis pesan Bjorka dalam laman miliknya dikutip Senin (6/10/2025).

Dalam pesannya pula, mereka menegaskan kalau pihak kepolisian telah salah menangkap sosok yang diduga sebagai Bjorka.

“Orang yang kalian tangkap sebenarnya adalah seseorang yang selama ini menipu banyak orang dengan menggunakan nama saya, dan kalian hanya bisa menangkap saya dalam mimpi,” begitu lanjut pesan yang tertulis.

Masih di situs yang sama, sosok yang diduga sebagai Bjorka mengklaim telah meretas data sebanyak 341.800 personel polisi, dengan total file berukuran 40 MB.

Data yang dibocorkan mencakup identitas lengkap mulai dari nama, pangkat, unit kerja, nomor telepon, hingga alamat email. Di laman tersebut juga ditampilkan sejumlah contoh data berisi nama dan pangkat anggota kepolisian yang diduga ikut terekspos.

Menanggapi hal itu, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan pihaknya masih terus mendalami sosok WFT yang mengaku sebagai Bjorka.

“Kan sudah saya sampaikan, Wadirsiber juga sampaikan, everybody can be anybody di internet, siapapun bisa jadi siapa saja di internet,” kata Reonald di Polda Metro Jaya, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang mengatasnamakan Bjorka.

“Bisa saja ada yang mengakui Bjorka-bjorka lain atau ini, lagi didalami apakah Bjorka ini dengan identik dengan Bjorka yang sebelumnya kan juga akan didalami,” sambungnya.

Selain itu, Dirresiber Polda Metro Jaya lanjut dia, masih mendalami jejak digital WFT yang mengaku sebagai sosok Bjorka tersebut. “Karena yang berhasil ditangkap ini kan sudah beberapa kali juga mengubah nama di dark web,” ucap dia.

Berkaitan dengan kebocoran data pribadi personel kepolisian baru-baru ini, Reonald menyebut pihaknya juga bakal mendalami lebih jauh. “Itu kami dalami lagi,” katanya singkat.(Sumber)