News  

PPJNA 98: Pertemuan Empat Mata Prabowo-Dasco untuk Kepentingan Bangsa dan Negara

Anto Kusumayuda (IST)

Ketua Umum Persatuan Pergerakan Jaringan Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menegaskan bahwa pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, merupakan langkah strategis yang sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Menurut Anto, momen tersebut bukan sekadar pertemuan politik internal atau konsolidasi kekuasaan, melainkan bagian dari upaya memastikan keberlanjutan program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo agar berjalan efektif dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Pertemuan empat mata itu adalah bagian dari komunikasi politik strategis antara pemimpin negara dan tokoh kepercayaan di partai pengusung utama. Tujuannya jelas, yaitu menyukseskan agenda besar pemerintahan yang pro-rakyat,” ujar Anto Kusumayuda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/10/2025).

Anto menjelaskan, Sufmi Dasco Ahmad selama ini dikenal sebagai figur yang memiliki hubungan politik, emosional, dan ideologis yang kuat dengan Prabowo Subianto. Dasco, kata dia, bukan hanya seorang politisi, tetapi juga penjembatan antara pemerintah, parlemen, dan kekuatan masyarakat sipil.

“Pak Dasco adalah tangan kanan Presiden Prabowo dalam banyak hal, termasuk dalam memastikan kebijakan pemerintah mendapat dukungan politik yang solid di parlemen. Jadi, pertemuan itu sangat penting untuk memastikan stabilitas politik dan efektivitas pemerintahan,” tambah Anto.

Menurutnya, dinamika politik pasca-Pemilu 2024 menuntut komunikasi yang lebih intens di antara elite politik agar tidak terjadi kesalahpahaman atau gesekan yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan. Dalam konteks itu, Prabowo dan Dasco memainkan peran sentral untuk menjaga harmoni dan kesatuan di internal koalisi.

Dalam pernyataannya, Anto juga menegaskan bahwa publik tidak perlu khawatir terhadap gaya kepemimpinan Prabowo yang tegas. Menurutnya, ketegasan bukan berarti otoriter. Justru, sikap disiplin dan berorientasi hasil yang ditunjukkan Prabowo selama ini menjadi kunci keberhasilan menjalankan roda pemerintahan yang kuat namun tetap demokratis.

“Kami di PPJNA 98 melihat langsung bahwa Presiden Prabowo tidak otoriter. Setiap kebijakan yang diambilnya selalu melalui pertimbangan matang dan dialog dengan berbagai kalangan, termasuk kelompok sipil dan profesional. Dasco adalah bagian penting dari sistem komunikasi itu,” ujar Anto.

Anto menambahkan, pengalaman Prabowo dan kedekatannya dengan tokoh-tokoh sipil seperti Dasco membuat arah pemerintahan tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada pembangunan jangka panjang yang berkeadilan sosial.

Pertemuan empat mata tersebut, kata Anto, juga dimaknai sebagai upaya sinkronisasi antara visi politik partai pengusung dan misi pemerintahan. Ia menilai, langkah semacam ini sangat diperlukan untuk menghindari fragmentasi atau tarik-menarik kepentingan di internal partai yang bisa mengganggu fokus kerja pemerintah.

“Partai politik yang sehat adalah partai yang mampu menjaga keseimbangan antara loyalitas kepada rakyat dan tanggung jawab terhadap pemerintah yang mereka dukung. Dalam hal ini, Gerindra dan Dasco menunjukkan kedewasaan politik,” tutur Anto.

Ia juga menegaskan, Gerindra di bawah kepemimpinan Prabowo dan koordinasi Dasco Ahmad telah menjadi partai yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga matang dalam mengelola perbedaan.

Sebagai organisasi yang lahir dari semangat reformasi 1998, PPJNA 98 menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah menjaga stabilitas nasional melalui komunikasi politik yang konstruktif. Anto menilai, konsolidasi antara Prabowo dan Dasco adalah simbol dari sinergi politik yang dewasa, yang seharusnya menjadi contoh bagi semua elemen bangsa.

“Negara ini membutuhkan komunikasi yang jernih dan kesatuan visi antar-elite. Ketika Presiden dan tokoh kunci partai bisa duduk bersama membicarakan arah bangsa, itu tanda bahwa politik kita sedang menuju kematangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anto menekankan bahwa fokus utama dari pertemuan tersebut tetaplah pada agenda rakyat — mulai dari pengentasan kemiskinan, kedaulatan pangan, pemerataan pembangunan daerah, hingga penguatan sektor pertahanan dan pendidikan.

Ia meyakini, dengan komunikasi yang solid antara Prabowo dan Dasco, kebijakan yang berpihak pada masyarakat akan lebih mudah diimplementasikan tanpa hambatan politik berarti.

“Pertemuan itu adalah simbol bahwa kepentingan rakyat berada di atas segala kepentingan lain. Prabowo dan Dasco bukan sedang membicarakan kekuasaan, tapi arah besar bangsa,” tegasnya.