Kerusakan Mirip Tsunami 2004, Ruslan Daud Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Sumatera Darurat Nasional

Anggota Komisi V DPR RI, Ruslan Daud, mendorong tiga gubernur di Sumatera kompak mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan status Darurat Bencana Nasional, mengingat luasnya wilayah terdampak.

Pria yang akrab disapa HRD itu mengatakan skala kerusakan di tiga provinsi Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar) disebut melebihi cakupan kerusakan tsunami 2004.

“Waktu tsunami dulu, hanya 5–8 kabupaten di Aceh yang rusak parah dan akses darat ke Medan tidak terputus. Listrik dan telekomunikasi juga lebih cepat pulih. Sekarang mungkin hanya empat yang relatif selamat, Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Simeulue. Selebihnya rusak parah,” kata HRD kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Ia menambahkan, pada peristiwa tsunami jumlah korban jauh lebih besar dan berdampak hingga level internasional sehingga bantuan luar negeri cepat mengalir.

“Yang kita butuhkan dari gubernur saat ini adalah kebijakan besar yang mengatur keseluruhan penanganan Aceh, bukan sekadar kunjungan simbolis untuk menyerahkan bantuan masa panik. Ini bencana besar, bukan banjir satu kabupaten,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkap korban tewas akibat bencana banjir di Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat mencapai 316 orang.

Hal ini disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Suharyanto menjelaskan 316 korban yang meninggal terdiri dari 172 orang jiwa di Sumatera Utara, 90 jiwa di Sumatera Barat, dan 54 jiwa di Aceh.

Sedangkan total korban yang hilang hingga hari ini mencapai 289 jiwa. Dengan rincian di Sumatera Utara 147 orang, Aceh 55 orang, dan Sumatera Barat 87 orang.

Suharyanto menyampaikan gabungan TNI/Polri sedang berupaya untuk membuka jalan di sejumlah daerah yang terisolir.

Dia mengakui, butuh waktu beberapa hari hingga mereka bisa memberikan akses mobilisasi warga maupun pihak yang ingin memberikan bantuan.

“Nah sekarang dengan satgas gabungan Tino Polri ini sedang berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore dari dandim kemungkinan butuh waktu 3-4 hari lagi baru bisa tembus,” jelasnya.(Sumber)