Megawati: Saya bukan Oposisi

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menegaskan partainya bukan oposisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Megawati bersama PDIP menjadi partai penyeimbang.

Megawati menjelaskan Indonesia yang menganut sistem presidensial tidak mengenal sistem oposisi.

“Negara kita ini kan namanya adalah sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi, emangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi, silakan baca kalau tidak percaya. Baca, jangan goblok!” ujar Megawati dikutip dalam kanal YouTube BPIP pada Rabu (12/8/2026).

Megawati menyoroti banyak pendengung alias buzzer yang mempertanyakan sikap politik PDIP sebagai penyeimbang.

“Haduh, mau dilawan nggak ngerti, dilawannya bego, lah piye, itu kan yang namanya sistem parlementer, benar apa nggak? Benar, makanya saya bilang saya baca tapi saya suka lupa pasal e, jadi nggak ada,” tegasnya.

Megawati sudah menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa PDIP akan menjadi partai penyeimbang. PDIP tidak masuk kabinet dan menjadi penyeimbang.

Karena itu, ia menegaskan posisi politik dirinya dan PDIP merupakan penyeimbang, bukan oposisi.

“Makanya, saya katakan ‘Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk’, saya datang benar ngomong baik-baik. Saya tidak akan ditawari untuk masuk. ‘Saya tidak masuk ke kabinet pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang’. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja! Ngerti opo nggak oposisi kui opo,” ujar Megawati.

“Saya bilang penyeimbang, terus ada yang bilang buzzer ‘penyeimbang apa?’, goblok ini si buzzer, nggak pernah baca dia, eh iya dong, kenapa nggak boleh? Artinya apa, kalau benar saya benarkan, kalau nggak tentu masa saya nggak boleh ngomong, terus mau dijadiin apa? Masuk arsip loh, iya dong, buat apa ini ada pak arsip,” tandasnya. (Sumber)