News  

Teu Baleg Pisan Kerja Bapak Sia! Gubernur Cuma Tebar Pesona!

Dedi Mulyadi namanya harum dipermukaan. Terlihat baik karena memang belum tentu baik. Bagi-bagi uang di depan kamera bukan karena dermawan tapi pamer kebaikan.

Ingat hadits populer.

“Seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah dan dia menyembunyikan sedekahnya, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” [HR. Bukhari no. 1423 dan Muslim no. 1031]

Bukan tidak boleh membantu orang susah. Wajib itu. Tapi jangan dieksploitasi untuk popularitas. Sering bantu warga susah sangat dianjurkan.

Seorang Guru Besar FISIP Unpad, Prof. Muradi menyebut, Dedi Mulyadi lebih sering tampil sebagai “pemadam kebakaran” di lokasi bermasalah.

Misalnya aksi “pemadam kebakaran” atau lebih tepat kita sebut aksi tebar pesona. Dedi Mulyadi nyebur ke sungai Cipalabuhan, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Membersihkan tumpukan sampah yang mengotori aliran air.

Gubernur kok begini kerjanya? Memang tidak ada petugasnya. Tebar pesona dengan nyebur ke sungai penuh sampah. Kelihatan amat tebar pesonanya. Dibikin-bikin. Gubernur tidak punya kerjaan kali ya. Mirip gubernur yang pernah masuk gorong-gorong.

Setahun kepemimpinan Dedi Mulyadi di Jawa Barat boleh dibilang gagal total. Hanya bisa ganti nama RSUD al-Ihsan. Menghentikan dana bantuan pesantren dan dana bantuan masjid. Sebentar lagi dana bantuan Masjid al-Jabbar di stop. Wait and see!

Parahnya lagi pertama dalam sejarah Jawa Barat. Gubernur sebelum-sebelumnya tidak pernah mengalami gagal bayar. Baru pada era Bapak Sia! Jawa Barat gagal bayar.

Menurut informasi yang beredar. Viral. Pemerintah Provinsi Jawa Barat gagal membayar pekerjaan kontraktor tahun 2025 senilai Rp. 621 miliar akibat pendapatan APBD yang tidak mencapai target.

Memalukan! Kemana Dedi Mulyadi yang sering tebar pesona itu? Sibuk tebar pesona depan kamera sampai-sampai dijuluki gubernur content. Kerja utama diabaikan. Pilpres masih lama bro!

Dedi Mulyadi lebih fokus tebar pesona dan menyelesaikan masalah parsial. Gaya populisme seperti pemadam kebakaran. Tugas pokok sebagai gubernur terabaikan.

Harusnya gubernur bekerja pada kebijakan strategis jangka panjang untuk kesejahteraan warga Jawa Barat. Bukan tebar pesona dengan bagi-bagi uang di depan kamera.

Akibatnya. Gagal bayar Rp. 621 miliar. Cetak rekor sebagai gubernur pertama di Jawa Barat gagal bayar. Pendapatan daerah tidak mencapai target karena gubernurnya sibuk tebar pesona. Tah gubernur sia! Akhirnya ketahuan deh siapa pura-pura baik dan siapa yang baik beneran. Baik tanpa tebar pesona.

Bandung, 20 Rajab 1447/9 Januari 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis