News  

Gerakan Rakyat, Jadilah Mata dan Telinga Rakyat, Hura!

Yel-yel Hura! Menggema. Menggelagar dari sebuah ruangan bernuansa hutan tropis. Mengandung pesan kritik atas ketidakadilan ekologis saat ini.

Ketidakadilan ekologis yang menelan korban jiwa dan warga yang terdampak di Sumatera. Bukan sekadar angka statistik. 1.198 nyawa melayang akibat ketidakadilan dan salah urus ekologis.

Semangat dari ribuan kader Gerakan Rakyat dari sebuah ruangan bernuansa tropis membuat Jakarta, Hura!. Sambutan hangat dengan semangat juang untuk negeri tercinta, Indonesia yang adil dan makmur.

Semangat baru. Wadah baru. Mengubah kerumunan menjadi barisan. Berbaris dalam wadah Gerakan Rakyat. Niat dan tekad menuntaskan janji kemerdekaan dan janji konstitusi; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang belum ditunaikan sejak Indonesia merdeka.

Sebuah awalan yang baik. Untuk pertama kalinya Gerakan Rakyat menggelar Rakernas, Sabtu 17-18 Januari 2029 di Jakarta. Merumuskan langkah strategis ke depan. Sekaligus menegaskan posisi politik Gerakan Rakyat.

Gelombang massa barisan pendukung Anies Baswedan yang bergabung dalam Gerakan Rakyat datang dari berbagai penjuru Indonesia. Memeriahkan pembukaan Rakernas I Gerakan Rakyat yang dihadiri Tokoh Inspirasi Gerakan Rakyat, Anies Baswedan.

Gerakan Rakyat seperti kata Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid dengan penuh semangat dan suara lantang penuh ketegasan dalam sambutan pembukaan Rakernas mengatakan bahwa Gerakan Rakyat bukan lahir dari elit, tapi lahir dari rakyat dan untuk rakyat.

“Kita dari semangat gotong royong, dari relawan, dari barisan yang ada. Hari ini kita bukan lagi kerumunan, tapi satu barisan yang koheren, terstruktur di seluruh Indonesia,” kata Sahrin Hamid disambut gemuruh yel-yel Hura dari peserta yang hadir.

Sementara itu, Tokoh Inspirasi Gerakan Rakyat Anies Baswedan secara khusus di sela-sela orasinya tentang Keadilan Egologis: Selamatkan Hutan Indonesia.

Anies Baswedan menyampaikan pesan untuk anggota, aktivis dan pengurus Gerakan Rakyat, “Jadilah mata dan telinga rakyat,” disambut tepuk tangan meriah dari peserta Rakernas yang hadir.

Anies Baswedan juga berpesan kepada organisasi Gerakan Rakyat untuk menjadi jembatan. Jembatan yang menghubungkan antara warga yang terdampak dengan bantuan hukum, media dan jaringan advokasi.

Pesan Tokoh Inspirasi Gerakan Rakyat Anies Baswedan ini agar Gerakan Rakyat selalu hadir bersama rakyat. Mata dan telinga baik individu maupun organisasi Gerakan Rakyat selalu mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri tanpa didampingi,” seru Anies Baswedan kepada seluruh anggota, aktivis dan pengurus Gerakan Rakyat.

Karena organisasi Gerakan Rakyat hadir membawa aspirasi perubahan. Membawa tugas mulia. Bersama rakyat, untuk rakyat. Bukan sekadar seremonial dan retorika belaka. Hura!

Jakarta, 29 Rajab 1447/18 Januari 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis