News  

Anas Urbaningrum: Kasus Pandji Pragiwaksono Sebaiknya Tidak Diteruskan

Anas Urbaningrum (IST)

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyarankan agar kasus yang menimpa komika Pandji Pragiwaksono tidak dilanjutkan. Menurutnya, penanganan kasus ini justru tidak memberikan manfaat bagi demokrasi dan bisa merugikan citra aparat penegak hukum.

“Kasus seperti ini sebaiknya tidak diteruskan karena tidak bermanfaat bagi pertumbuhan budaya kritis dan debat publik. Padahal budaya debat dan kritik yang sehat justru sangat diperlukan bagi demokrasi serta pemerintahan yang produktif,” kata Anas dalam pernyataan tertulis, Kamis (22/1/2026).

Anas juga menyoroti prioritas kerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia menilai masih banyak tugas yang lebih penting dan mendesak dibanding memproses urusan komedi. “Jika Polri terlalu fokus pada kasus seperti ini, justru ada potensi menurunkan popularitas dan akseptabilitas institusi. Secara citra, ini jelas merugikan,” tambahnya.

Selain itu, Anas mengamati bahwa pihak-pihak yang menjadi subjek “perguruan sosial” Pandji Pragiwaksono terlihat santai dan menerima sebagai bagian dari interaksi sosial yang demokratis. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kasus tersebut sebenarnya bukan urusan yang perlu ditindaklanjuti secara hukum.

Anas menekankan, saran ini diberikan sebagai upaya menjaga ruang publik tetap sehat, di mana kritik dan humor dapat menjadi bagian dari pergaulan sosial yang demokratik, tanpa menimbulkan konflik yang merugikan pihak manapun.

Kasus Pandji Pragiwaksono sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik terkait konten yang dianggap menyinggung beberapa pihak, namun reaksi masyarakat menunjukkan sikap yang relatif santai terhadap insiden ini.