Meski dalam kondisi sakit, JOKOWI tetap tegak lurus mengawal partai gajah milik anaknya, Kaesang. JOKOWI hadir dalam Rakernas PSI, Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan (Sabtu, 31/1).
Kehadiran Jokowi di Rakernas PSI ini sekaligus mengkonfirmasi Suami Iriana ini tak memiliki ijazah asli, karena konsisten dengan kontradiksi (baca: bohong). Bagi orang yang memiliki ijazah asli, tentu akan bersikap konsisten dengan kejujuran.
Belum lama ini, video Rektor UGM Ova Emilia viral, karena dalam dua kesempatan pernyataan resmi yang diunggah akun YouTube resmi milik UGM, menyebut waktu berbeda tentang kelulusan JOKOWI di UGM.
Pertama, dalam video berjudul “Pernyataan Rektor UGM terkait Ijazah Joko Widodo” yang tayang sejak 22 Agustus 2025, Ova menyebut Jokowi lulus pada tanggal 5 November 1985.
Kedua, dalam video berjudul “Penegasan Rektor UGM tentang Ijazah Joko Widodo”, Prof Ova menyebut tanggal dan bulan yang berbeda terkait kelulusan Jokowi dari UGM. Dalam video ini, tanggal kelulusan JOKOWI berubah menjadi tanggal 23 Oktober 1985.
Dalam konteks kehadiran JOKOWI di Rakernas PSI, JOKOWI mengaku akan hadir dan menunjukkan ijazah SD, SMP, SMA hingga S-1 UGM di Pengadilan. Namun, saat sidang Citizen Lawsuit di PN Surakarta dalam agenda pembuktian, JOKOWI tak kunjung datang membawa dokumen bukti ijazah miliknya.
Hal berbeda saat Rakernas PSI. JOKOWI hadir dalam acara tersebut meskipun jauh di Makasar. JOKOWI, begitu berapi api siap memeras darahnya untuk membesarkan PSI.
Kontradiksi pernyataan JOKOWI ini makin meyakinkan publik bahwa mantan walikota Solo ini memang tak punya ijazah asli. Sebab, jika punya tak akan menghindari pengadilan dan malah nyelonong ke Makasar menghadiri acara PSI.
Saat ini, kubu JOKOWI juga berusaha merayu Roy Suryo cs agar berdamai dan mengambil fasilitas Restorative Justice (RJ) sebagaimana telah diberikan kepada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Untuk melanjutkan strategi memecah belah perjuangan, Farhat Abas menyebut Dr T dan R juga telah meminta untuk mendapatkan RJ kepada JOKOWI.
Menyikapi isu ini, Refly Harun menegaskan dirinya akan cabut dari kuasa hukum RRT (Roy, Rismon, Tifa), jika sampai ada yang mengambil RJ. Sebelumnya, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah melaporkan penulis dan Roy Suryo yang diduga bagian dari komitmen menjalankan strategi pecah-belah dan adu domba JOKOWI.
Kembali ke soal kehadiran JOKOWI di kongres PSI. Kehadiran JOKOWI yang bahkan siap dan sanggup untuk membesarkan PSI dengan hadir di seluruh provinsi hingga kecamatan mengkonfirmasi kebenaran analisa Rocky Gerung saat diskusi di ILC. JOKOWI memiliki ambisi politik yang besar, kecanduan kekuasaan membuatnya harus terus bertarung meski raga terlihat ringkih digerogoti penyakit.
JOKOWI akan selalu konsisten dengan kebohongannya. Karena itu, rakyat Indonesia harus siap dengan kemungkinan (baca: kepastian) bahwa ijazah milik JOKOWI tidak akan pernah dihadirkan di persidangan. [].
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H, Advokat, Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis












