Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengakui tidak ada rencana Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih (KMP).
Menurutnya, kabar mengenai reshuffle menteri-menteri yang dianggap sebagai orang kepercayaan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tidak benar.
“Belum ada, belum ada (reshuffle),” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/22026).
Sebagai informasi, Pratikno membantah isu terkait dirinya yang disebut mundur dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Hal itu ia sampaikan usai menghadiri acara Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan.
“Enggak, enggak,” kata Pratikno singkat kepada wartawan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).
Lebih lanjut, ia juga menegaskan tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Enggak, enggak,” jawab Pratikno.
Seiring beredarnya isu tersebut, muncul pula kabar bahwa posisi Pratikno akan terdampak perombakan kabinet atau reshuffle. Namun, Pratikno enggan menanggapi lebih jauh mengenai isu tersebut.
Pindahnya Thomas Djiwandono dari Wakil Menteri Keuangan ke kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia disebut-sebut menjadi pemantik reshuffle kabinet. Bukan cuma soal pengganti Thomas, tapi juga potensi pergeseran di sejumlah kementerian dan lembaga lainnya.
Spekulasi kursi Wamenkeu langsung ditanggapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut Juda Agung sebagai salah satu kandidat terkuat.
“Kelihatannya. Saya sudah ketemu dengan beliau (Juda) dan kelihatannya dia calon, salah satu calon yang kuat,” katanya saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Sinyal reshuffle juga mengarah ke Budisatrio Djiwandono. Nama legislator Gerindra sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto itu mencuat usai Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto melontarkan kode saat membuka rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala BIN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Di awal rapat, Utut menyapa para petinggi pertahanan dan keamanan. Namun suasana berubah saat ia menyinggung koleganya yang duduk di sebelah kanan.
“Mohon izin di depan ada pak Menhan, panglima dan Kepala BIN yang hadir itu menjadi daya tarik luar biasa. Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif, you cannot beat the band with uniform,” beber Utut.
Budi Djiwandono bahkan disebut-sebut bakal digeser menjadi Menteri Luar Negeri, menggantikan Sugiono.
Nama Sugiono sendiri diisukan akan naik ke posisi Menko PMK, menggantikan Pratikno. Namun Budi mengaku heran dengan kabar tersebut.(Sumber)












