Dalam kesehariannya, Rasulullah ﷺ hidup layaknya manusia pada umumnya: berkeluarga, makan, dan minum. Meski beliau seorang utusan Allah, cara hidupnya tetap sederhana dan penuh keteladanan—termasuk dalam urusan makanan. Menariknya, Rasulullah ﷺ juga memiliki beberapa lauk favorit yang mencerminkan kesederhanaan dan rasa syukur yang mendalam.
Cuka: Lauk Sederhana Penuh Keberkahan
Salah satu lauk yang paling disukai Rasulullah ﷺ adalah cuka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau bersabda,
“Lauk yang paling nikmat adalah cuka.”
Rasa cuka memang berbeda-beda tergantung bahan dasarnya. Namun, makna di balik sabda tersebut bukan sekadar soal rasa. Rasulullah ﷺ ingin mengajarkan bahwa kenikmatan sejati bukan terletak pada mewahnya hidangan, melainkan pada rasa syukur atas apa yang tersedia.
Kehidupan beliau dan keluarganya dikenal sangat sederhana — jarang menikmati kenyang dua hari berturut-turut, dan makanan yang dimakan pun hanya roti dari gandum kasar.
Labu: Buah Kesukaan Nabi yang Penuh Gizi
Selain cuka, labu juga termasuk makanan yang disukai Rasulullah ﷺ. Anas bin Malik meriwayatkan,
“Nabi sangat menyukai buah labu.” (HR. Imam Ahmad)
Hadis serupa juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Ibnu Majah.
Labu biasanya diolah menjadi sayur atau dijadikan lauk pendamping roti gandum. Makanan ini bukan hanya lezat, tapi juga mengandung banyak manfaat kesehatan, seperti vitamin dan serat yang baik untuk tubuh.
Daging: Bagian Kaki Depan Kambing yang Disukai Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ juga menyukai daging kambing panggang, khususnya bagian kaki depan. Dalam riwayat Abu Hurairah yang dikutip oleh Imam Bukhari disebutkan:
“Rasulullah ﷺ dihidangkan daging kambing, lalu disajikan bagian kaki depannya. Bagian itu sangat beliau sukai sehingga beliau pun memakannya.”
Dari kisah ini, kita belajar bahwa Rasulullah ﷺ menikmati makanan secukupnya, tanpa berlebihan. Beliau makan dengan penuh kesadaran dan rasa syukur, menjadikan setiap hidangan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Bagian punggung. Ada yang mengatakan inilah bagian paling enak dan baik dari daging kambing. Juga paling bersih lantaran tempatnya jauh dari kotoran. “Sungguh, daging yang paling baik adalah daging bagian punggung,” kata Rasulullah ﷺ. (HR Ibnu Majah) Pada kesempatan lain Abu Hurairah melihat Rasulullah ﷺ makan daging bagian bahu berdasarkan hadis Imam Ahmad.












