Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas dalam menghadapi manuver Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang dinilai berpotensi mengganggu kedaulatan Indonesia.
Anwar menegaskan, Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat yang tidak boleh tunduk pada tekanan atau intervensi negara lain dalam menentukan kebijakan nasional.
“Sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, tidak boleh ada satu negara pun di dunia ini yang boleh mendikte dan menindas kita. Kita punya hak untuk mengatur diri dan nasib kita sendiri,” kata Anwar dalam keterangannya kepada Inilah.com di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Ia juga menekankan, kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 diperoleh melalui perjuangan panjang para pendiri bangsa. Karena itu, kedaulatan tersebut harus dijaga dan tidak boleh dikompromikan.
Wakil Ketua MUI itu juga berharap Prabowo dapat menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi tekanan dari pihak asing, termasuk jika diperlukan dengan menunjukkan sikap yang kuat untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai negara berdaulat.
“Kita berharap agar Presiden Prabowo bisa berdiri dengan gagah, Prabowo harus berani memukul-mukulkan tangannya ke meja tempat Trump duduk untuk memperlihatkan bahwa kita adalah bangsa yang memiliki kemandirian dan tidak bisa dipaksa-paksa. Hal ini penting karena kita sebagai bangsa juga punya harga diri,” tegas dia.
Ingatkan Sikap Soekarno
Lebih jauh Anwar juga mengingatkan kembali sikap Presiden pertama RI, Soekarno, yang pernah menolak tekanan asing dengan tegas melalui pernyataan ‘Go to hell with your aid’ dalam pidatonya pada 17 Agustus 1965. Pernyataan itu, kata Anwar, menjadi simbol penolakan terhadap campur tangan asing yang dinilai dapat mengorbankan kedaulatan negara.
Menurut Anwar, situasi serupa dinilai kembali muncul saat ini, sehingga Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip kemandirian dan tidak bergantung pada bantuan yang dapat mengganggu kedaulatan politik nasional.
Ia menambahkan, Indonesia tidak boleh takut menghadapi tekanan dari negara mana pun demi menjaga martabat dan kepentingan nasional.
“Untuk menghadapi hal demikian kita berharap agar Prabowo bisa bersikap keras dan tegas dalam menghadapi sikap Trump yang tamak dan culas tersebut. Kita sebagai bangsa jangan pula takut akan menghadapi masalah demi menjaga kedaulatan kita, sebagai bangsa apalagi kita punya presiden seorang jenderal yang pemberani yang siap mati untuk kemajuan bangsa dan negaranya,” jelas Anwar.(Sumber)












