Ketua Umum Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Jakarta Sopian Ansori memberikan catatan kritis terhadap jalannya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah elemen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), kemarin.
Meskipun penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi, PW KAMMI Jakarta menyayangkan munculnya tindakan-tindakan simbolis yang dinilai melampaui batas etika komunikasi publik. Dalam aksi tersebut, terpantau sejumlah oknum massa aksi melakukan tindakan menunjuk-nunjuk petugas serta menuliskan kata “pembunuh” yang ditujukan kepada institusi Kepolisian.
“Kami menghormati hak rekan-rekan mahasiswa dalam menyuarakan kegelisahan rakyat. Namun, kami sangat menyesalkan adanya narasi ‘pembunuh’ yang dialamatkan kepada pihak kepolisian dalam aksi hari ini. Kritik haruslah berbasis data dan solusi, bukan cercaan yang bersifat provokatif,” ujar Sopian dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
PW KAMMI Jakarta menilai bahwa penyematan label negatif secara general kepada institusi penegak hukum dapat mencederai semangat demokrasi yang sehat dan konstruktif. Narasi yang bersifat menyerang personal maupun institusi tanpa basis hukum yang jelas dikhawatirkan hanya akan memperkeruh suasana dan memicu konflik horizontal.
Di sisi lain, PW KAMMI Jakarta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polri yang bertugas di lapangan. Meskipun dihadapkan pada provokasi dan tudingan keras, personel kepolisian tetap menunjukkan sikap yang tenang, tidak reaktif, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami mengapresiasi jajaran Polri di Mabes Polri yang tetap sabar dan tidak terpancing. Sikap profesional dan humanis ini adalah bukti bahwa Polri berkomitmen menjaga demokrasi tetap pada koridornya. Kami berharap sinergi antara mahasiswa dan aparat tetap terjaga dalam bingkai ketertiban umum.” terang Sopian
Berkat kesabaran petugas, aksi demonstrasi tersebut tetap berjalan lancar dan aman hingga massa membubarkan diri, tanpa ada insiden kekerasan atau tindakan berlebihan (excessive force) dari pihak keamanan.
PW KAMMI Jakarta mengimbau seluruh elemen aktivis mahasiswa untuk tetap kritis namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan dan intelektualitas dalam setiap pergerakan, guna menjaga marwah gerakan mahasiswa itu sendiri.











