Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan industri kendaraan bermotor roda dua Indonesia menunjukkan daya tahan atau resiliensi yang tinggi di tengah dinamika pasar domestik maupun global.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan di Jakarta, Kamis menegaskan sektor manufaktur nasional masih menjadi penggerak utama ekonomi, termasuk industri motor roda dua.
“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” kata Agus.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta menyampaikan, kinerja positif industri nasional tidak lepas dari kontribusi sektor otomotif, khususnya kendaraan roda dua yang terbukti tangguh menghadapi perubahan pasar.
“Pada tahun 2025, pasar domestik kendaraan roda dua mencatatkan penjualan lebih dari 6,4 juta unit, tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun 2024, serta didukung oleh kinerja ekspor yang mencapai sekitar 540 ribu unit CBU, dengan total nilai ekspor mencapai Rp10,5 triliun,” ujar Dirjen ILMATE.
Kemenperin juga mengapresiasi pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia yang dinilai memperkuat struktur industri kendaraan roda dua dan roda tiga nasional, sekaligus mendorong ekspor serta penggunaan komponen dalam negeri.
Setia menambahkan, perusahaan tersebut menunjukkan komitmen investasi, peningkatan ekspor, dan kepatuhan terhadap regulasi industri. (Sumber)











