Di tengah panggung politik yang kerap riuh oleh nada tinggi dan pernyataan keras, Hasbil Mustaqim Lubis hadir dengan gaya berbeda. Pembawaannya tenang. Ucapannya terukur. Ketika menguraikan persoalan, ia tidak meloncat-loncat. Satu per satu dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, bahkan untuk isu yang rumit sekalipun.
Banyak orang terkejut saat pertama kali mendengar latar belakangnya. Berdarah Sumatera Utara, ia tidak membawa karakter vokal yang identik dengan stereotip keras dan meledak-ledak. Nada suaranya rendah, stabil, dan cenderung reflektif. Di ruang diskusi, ia lebih banyak mendengar sebelum berbicara. Namun ketika tiba saatnya menyampaikan pendapat, argumentasinya tersusun rapi dan tajam.
Kini, Hasbil dipercaya sebagai Deputi Ekonomi Kreatif DPP Partai Demokrat. Ia juga menjadi tenaga ahli Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, posisi yang menuntut kemampuan membaca dinamika industri kreatif yang bergerak cepat dan kompleks. Di titik ini, ia berdiri di persimpangan antara politik dan kebijakan publik berbasis inovasi.
Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Hasbil menapaki jalur profesional. Ia adalah lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Indonesia. Latar belakang teknik membentuk pola pikirnya yang sistematis dan berbasis analisis. Dalam banyak kesempatan, ia kerap memulai penjelasan dari akar masalah, bukan dari gejalanya.
Teknik kimia bukan bidang yang identik dengan panggung politik. Namun dari disiplin itulah ia belajar tentang proses, efisiensi, dan pentingnya presisi. Dalam perumusan kebijakan ekonomi kreatif, pendekatan ini terasa kuat. Ia tidak berbicara hanya pada level wacana, tetapi mencoba menghubungkan antara ide, data, dan implementasi.
Bagi Hasbil, ekonomi kreatif bukan hanya tentang festival, konten digital, atau subsektor populer seperti film dan musik. Ia melihatnya sebagai ekosistem. Ada hulu dan hilir. Ada regulasi, akses pembiayaan, infrastruktur, dan penguatan sumber daya manusia. Perspektif yang teknokratis itu membuatnya mampu menjembatani bahasa birokrasi dengan bahasa pelaku industri.
Kedalaman politik Hasbil tidak lahir dalam semalam. Ia mendapat pembelajaran langsung dari almarhumah Rachmawati Soekarnoputri, putri Proklamator Soekarno. Dalam berbagai kesempatan, Hasbil menyertai Rachmawati. Dari sana, ia menyerap banyak hal tentang nasionalisme, kemandirian ekonomi, dan keberanian bersikap.
Rachmawati dikenal sebagai figur yang tegas dan kritis terhadap arah kebijakan bangsa. Kedekatan itu memberi Hasbil pengalaman langsung tentang bagaimana gagasan besar diterjemahkan menjadi sikap politik. Ia belajar bahwa politik bukan hanya soal kontestasi, tetapi juga tentang menjaga marwah kedaulatan dan keberpihakan pada rakyat.
Lingkungan diskusi yang intens membentuk sensitivitasnya terhadap isu-isu strategis nasional. Ia terbiasa mendengar analisis yang tajam dan perdebatan yang mendalam. Dari situ tumbuh kemampuan merumuskan argumen yang tidak dangkal. Hasbil memahami bahwa politik memerlukan fondasi ideologis yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus kepentingan.
Perjalanan politiknya kemudian berlabuh di Partai Demokrat. Di partai inilah ia mengaku banyak belajar tentang kesantunan politik dari Susilo Bambang Yudhoyono.
SBY dikenal dengan gaya komunikasi yang tenang dan diplomatis. Bagi Hasbil, pendekatan tersebut bukan hanya strategi komunikasi, tetapi cerminan etika dalam berpolitik. Perbedaan pandangan tidak harus disertai serangan personal. Kritik dapat disampaikan tanpa kehilangan adab.
Pengaruh itu terlihat jelas dalam gaya Hasbil. Ia tidak mudah terpancing dalam perdebatan publik. Saat menghadapi kritik, ia memilih menjawab dengan argumentasi dan data. Ia percaya bahwa konsistensi dan kesantunan dalam jangka panjang justru membangun kepercayaan.
Masuk ke Partai Demokrat juga memperluas cakrawala organisasinya. Ia berinteraksi dengan kader dari berbagai latar belakang. Di sana ia belajar tentang manajemen partai, strategi elektoral, serta pentingnya menjaga soliditas internal. Perpaduan antara kedalaman ideologis dan keterampilan organisasi menjadi bekal penting dalam kiprahnya saat ini.
Sebagai Deputi Ekonomi Kreatif DPP Partai Demokrat dan tenaga ahli Menteri Ekonomi Kreatif, Hasbil berada pada posisi strategis. Ia melihat ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan masa depan Indonesia. Di tengah transformasi digital dan perubahan pola konsumsi, sektor ini menawarkan peluang besar bagi generasi muda.
Namun ia juga menyadari tantangannya. Banyak pelaku kreatif yang masih kesulitan akses modal. Perlindungan hak kekayaan intelektual belum sepenuhnya kuat. Ekosistem kolaborasi antar subsektor belum terbangun optimal. Dalam berbagai forum, ia sering menekankan pentingnya regulasi yang adaptif dan dukungan pembiayaan yang inklusif.
Hasbil menempatkan kreativitas sebagai kekuatan bangsa yang lahir dari keberagaman budaya. Indonesia memiliki modal sosial dan kultural yang kaya. Tugas negara, menurutnya, adalah memastikan bahwa potensi itu mendapatkan ruang tumbuh dan akses pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun global.
Pendekatan yang ia dorong tidak hanya bertumpu pada program seremonial. Ia mendorong integrasi antara pendidikan, riset, dan industri. Ia percaya bahwa inovasi tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan kebijakan yang konsisten.
Di tengah dinamika politik nasional yang cepat berubah, Hasbil memilih berjalan dengan ritme sendiri. Ia tidak terlalu gemar tampil berlebihan. Baginya, kerja substansial lebih penting daripada sorotan sesaat.
Karakter tenang itu bukan berarti tanpa sikap. Justru dalam ketenangannya, ia menunjukkan ketegasan prinsip. Pengalaman bersama Rachmawati membentuk keberanian berpikir kritis. Pembelajaran dari SBY membangun kesantunan dan kedewasaan politik. Latar belakang teknik menguatkan logika dan struktur berpikirnya.
Perpaduan itu menjadikan Hasbil Mustaqim Lubis figur yang unik. Ia berdiri di antara idealisme dan pragmatisme, antara dunia profesional dan dunia politik, antara gagasan besar dan detail teknis. Dalam lanskap ekonomi kreatif yang terus berkembang, peran seperti inilah yang dibutuhkan: pemikir yang mampu menjembatani ide dan implementasi.
Di masa depan, kiprahnya akan sangat ditentukan oleh konsistensi dan kemampuannya merawat jejaring lintas sektor. Namun satu hal yang sudah terbaca jelas, ia memilih membangun pengaruh melalui kedalaman gagasan dan ketenangan sikap. Di tengah kebisingan, ia menawarkan suara yang jernih.












