Bukan ingin mengecilkan daya rusak serangan AS-Israel terhadap Iran. Sekali lagi bukan! Kita mengutuk keras aksi premanisme dan brutalisme yang dipertontonkan oleh Trump dan Setannyahu.
Dua setan berbaju perdamaian itu telah merusak nilai-nilai demokrasi dan HAM yang mereka gembar-gemborkan. Omong kosong dengan demokrasi dan HAM yang dikampanyekan Amerika Serikat selama ini.
Belum apa-apa daya rusak Donald Trump dan Setannyahu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei jika dibandingkan dengan daya rusak syubhat yang melanda ummat Islam akibat perang AS-Israel versus Iran.
Betapa banyak kaum muslimin terkena syubhat (batas antara yang benar dan sesat jadi samar) merespon perang AS-Israel versus Iran. Yang benar dipersalahkan dan dicela. Yang sesat dipuja-puji sebagai pahlawan Islam.
Mereka, AS-Israel ingin mengisolasi dunia Islam. Tujuannya perseteruan antar negara Islam makin tajam. Sementara AS-Israel memetik keuntungan finansial dari konflik AS-Israel vs Iran. Perbedaan Sunni-Syiah makin kabur.
Banyak manusia diakhir zaman menjadi kafir setelah beriman. Gara-gara tertipu oleh syubhat AS-Israel. Propaganda syubhat ini amat dahsyat.
Jangan mencela karena yang dicela belum tentu salah. Jangan membela membabi buta karena yang dibela belum tentu benar.
Coba perhatikan hadits ini:
إِنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَارًا فَنَارُهُ مَاءٌ بَارِدٌ وَمَاؤُهُ نَارٌ فَلاَ تَهْلِكُوا
“Sesungguhnya bersamanya ada air dan api, apinya adalah air dingin dan airnya adalah api, karena itu janganlah kalian binasa.” [HR. Bukhari no. 7130 dan Muslim no. 2934]
Dalam hadits lain lebih jelas lagi.
لأَنَا أَعْلَمُ بِمَا مَعَ الدَّجَّالِ مِنْهُ مَعَهُ نَهْرَانِ يَجْرِيَانِ أَحَدُهُمَا رَأْىَ الْعَيْنِ مَاءٌ أَبْيَضُ وَالآخَرُ رَأْىَ الْعَيْنِ نَارٌ تَأَجَّجُ فَإِمَّا أَدْرَكَنَّ أَحَدٌ فَلْيَأْتِ النَّهْرَ الَّذِى يَرَاهُ نَارًا وَلْيُغَمِّضْ ثُمَّ لْيُطَأْطِئْ رَأْسَهُ فَيَشْرَبَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مَاءٌ بَارِدٌ وَإِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ عَلَيْهَا ظَفَرَةٌ غَلِيظَةٌ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ
“Sungguh aku tahu apa yang ada bersama Dajjal, bersamanya ada dua sungai yang mengalir. Salah satunya secara kasat mata berupa air putih dan yang lainnya secara kasat mata berupa api yang bergejolak. Bila ada yang menjumpainya, hendaklah mendatangi surga yang ia lihat berupa api dan hendaklah menutup mata, kemudian hendaklah menundukkan kepala lalu meminumnya karena sesungguhnya itu adalah air dingin.” [HR. Muslim No 2934]
Menarik mengaitkan hadits di atas dengan konflik AS-Israel dan Iran. Betapa banyak orang zaman sekarang terfitnah oleh serangan AS-Israel terhadap Iran. Propaganda menyudutkan sesama negara Islam. Hingga menimbulkan perdebatan.
Banyak yang tertipu air dan api seperti hadits diatas. Air putih yang kita lihat ternyata neraka. Sementara air yang tampak berupa api yang bergejolak ternyata surga.
Kita pakai kacamata hadits untuk melihat Iran dan negara-negara Islam Timur Tengah. Sesungguhnya bersamanya ada air dan api, apinya adalah air dingin dan airnya adalah api, karena itu janganlah kalian binasa. Agar kita tidak terjerumus oleh propaganda media yang dikuasai oleh AS-Israel.
Dahsyatnya tipu daya dan propaganda syubhat. Yang jelek terlihat bagus. Yang bagus terlihat jelek. Hingga banyak diantara kaum muslimin dukung mendukung dan serang-menyerang tanpa dasar ilmu yang shahih.
Fitnah AS-Israel dan Iran belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan fitnah Dajjal di akhir zaman. Fitnah AS-Israel dan Iran saja banyak imannya goyah. Apalagi fitnah Dajjal. Banyak ummat Islam mengikuti Dajjal.
Misalnya salahsatu fitnah Dajjal bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Ketika itu banyak orang-orang beriman terfitnah oleh Dajjal.
وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَقُولَ لأَعْرَابِىٍّ أَرَأَيْتَ إِنْ بَعَثْتُ لَكَ أَبَاكَ وَأُمَّكَ أَتَشْهَدُ أَنِّى رَبُّكَ فَيَقُولُ نَعَمْ. فَيَتَمَثَّلُ لَهُ شَيْطَانَانِ فِى صُورَةِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَقُولاَنِ يَا بُنَىَّ اتَّبِعْهُ فَإِنَّهُ رَبُّكَ.
“Di antara fitnah Dajjal adalah, ia akan berkata kepada seorang Arab, ‘Pikirkanlah olehmu, sekiranya aku dapat membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu? ‘ Laki-laki arab tersebut menjawab, ‘Ya.’ Kemudian muncullah setan yang menjelma di hadapannya dalam bentuk ayah dan ibunya, maka keduanya berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah ia, sesungguhnya dia adalah Rabbmu.” [Shahih al-Jaami’ ash-Shogir 6/274]
Bukan hanya menghidupkan orang yang sudah mati. Dajjal juga bisa menurunkan hujan. Menukil kitab Aqidah fii Dhoil Kitab wa Sunnah al-Yaum al-Akhir, hal. 226, Ketika Dajjal muncul, jumlah kaum muslimin amatlah banyak dan semakin bertambah kuat.
Namun mendekati keluarnya Dajjal, kaum muslimin ditimpa bala’ yang amat berat. Hujan tidak kunjung turun. Tanaman pun tidak tumbuh.
فَيَأْتِى عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِى الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِى كُنُوزَكِ. فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ
“Ia mendatangi kaum dan menyeru mereka, mereka menerimanya. Ia memerintahkan langit agar menurunkan hujan, lalu langit menurunkan hujan. Ia memerintahkan bumi agar mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, lalu bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Lalu binatang ternak mereka pergi dengan punuk yang panjang, lambung yang lebar dan kantong susu yang berisi lalu kehancuran datang lalu ia berkata padanya: ‘Keluarkan harta simpananmu.’ Lalu harta simpanannya mengikutinya seperti lebah-lebah jantan.” [HR. Muslim no 2937]
Dahsyatnya fitnah Dajjal bisa kita halau. Salahsatunya ketika tasyahud akhir dalam shalat selalu berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah al-Masih Dajjal“.
Semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga dan melindungi kita semua dari fitnah akhir zaman dan memberikan hidayah kepada kita untuk kembali belajar Islam, Aamiin
Bandung, 13 Ramadhan 1447/3 Maret 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis











