Terungkap! Herman Khaeron Sebut Agrinas Tak Pernah Bahas Impor 105 Ribu Pikap India Dengan DPR

Anggota Komisi VI DPR RI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyoroti rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor mobil pikap dari India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurut Herman, pengadaan dalam jumlah besar tersebut semestinya dibahas terlebih dahulu bersama DPR guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Ia pun menyatakan dukungannya terhadap usulan penghentian sementara (moratorium) impor tersebut.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Agrinas berencana mengimpor 105.000 unit pikap dari India dengan nilai mencapai Rp24,66 triliun.

“Ini anggaran besar sekali. Semestinya ini dibahas dulu di DPR untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Semestinya ini juga terbuka ke publik ya,” kata Herman kepada wartawan, dikutip Jumat (27/2/2026).

Herman mengungkapkan, dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, manajemen Agrinas pernah memaparkan rencana alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar untuk masing-masing desa.

Dari total anggaran tersebut, Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung, Rp500 juta untuk modal kerja, dan sisanya untuk sarana dan prasarana, termasuk transportasi.

Namun, menurut Herman, dalam pemaparan itu tidak dijelaskan secara rinci jenis maupun spesifikasi kendaraan yang akan digunakan.

“(Agrinas) tidak pernah menyebutkan transportasinya jenis apa dan kualifikasinya apa. Nah, tahu-tahu kemarin tahu dari media ya, ada impor dari India,” ujarnya.

Karena itu, Herman menyatakan sejalan dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mengusulkan agar impor pikap tersebut dihentikan sementara hingga ada kejelasan resmi dari pemerintah.

“Saya sepakat dengan Pak Dasco untuk menghentikan dulu sampai betul-betul nanti ada keputusan dari pemerintah yang memastikan bahwa ini dapat dijalankan,” ucap Herman.

Ia menambahkan, kebijakan pengadaan kendaraan tersebut seharusnya juga mempertimbangkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan industri dalam negeri.

“Karena melihat terhadap keinginan Presiden Prabowo Subianto yang selalu ingin bahwa kemampuan lokal ini harus dikedepankan,” pungkasnya.(Sumber)